Jumat, 6 Maret 2026

Manajemen PT Shimano Sebut Insiden Pengusiran Staf Wagub dan Wamen Karena Salah Paham

spot_img

Berita Terkait

spot_img

batampos– Kuasa hukum PT Shimano Batam di kawasan Panbil angkat bicara mengenai tindakan pengusiran staf Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI, dan staf Wakil Gubernur Kepri, pada Sabtu (26/2/2022) lalu. Sebelumnya, peristiwa ini terjadi sesaat sebelum Wamendag RI, Jerry Sambuaga resmi melepaskan dua kontainer berisi komponen sepeda, dan alat pancing dalam kegiatan ekspor perdana PT Shimano Batam paska pandemi Covid-19.

Eko Nurisman (baju putih) kuasa hukum sekaligus juru bicara PT Shimano Batam

Pengusiran oleh para petugas keamanan perusahaan, terjadi saat staf Humas Kementerian dan Humas Provinsi Kepri, tengah berusaha mengabadikan dokumentasi kegiatan tersebut. Bahkan para staf humas yang telah menunjukkan identitas, juga tetap dilarang mendekati lokasi pelepasan produk ekspor.

Tidak hanya itu, hal serupa juga terjadi saat sejumlah awak media berusaha mendekat, guna mendokumentasikan kegiatan dan perseteruan yang terjadi antara staf Humas Kementerian dan Wakil Gubernur dengan petugas keamanan PT Shimano Batam.

“Kami minta maaf atas insiden kemarin. Kami mengerti apa yang menjadi tugas utama para staf Humas, dan juga awak media yang hadir di lokasi kegiatan pada saat itu,” jelas Eko Nurisman kuasa hukum sekaligus juru bicara PT Shimano Batam, Senin (28/2/2022) melalui sambungan telepon.

Eko menambahkan, insiden ini terjadi akibat kesalapahaman para petugas keamanan, yang berasal dari PT Putra Tidar Perkasa (PTP), selaku perusahaan rekanan.

“Ini hanya kesalahapahaman antara para petugas keamanan perusahaan, saat menjalankan instruksi. Jadinya berpengaruh terhadap kinerja jurnalis dan staf Humas Kementerian dan Humas Provinsi Kepri, yang hadir pada saat itu. Sekali lagi kami meminta maaf,” ungkapnya.

BACA JUGA: Pelepasan Ekspor PT Shimano Batam Diwarnai Pengusiran Staf Wamendag dan Fotografer Wakil Gubernur Kepri

Mengenai protokol pelaksanaan kegiatan yang diberlakukan oleh manajemen perusahaan, Eko membenarkan bahwa pihaknya meminta agar pihak kemananan, turut serta menerapkan protokol kesehatan.

Namun pada saat pelaksanaan kegiatan, Eko menduga bahwa pihak keamanan melihat adanya tambahan tamu undangan, yang berasal dari rombongan Kementerian Perdagangan dan Pemprov Kepri.

“Satu sisi, satuan pengamanan (Satpam) perusahaan kami juga sedang menjalankan tugasnya agar protokol Kesehatan terjaga dan kita sama-sama selamat,” jelasnya.

Diakuinya, ke depan pihak manajemen akan melakukan evaluasi dikemudian hari dan memperbaikinya. Agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi dan tetap menjalankan aturan yang ada.

Eko juga berharap semua pihak mendukung PT Shimano Batam agar tetap dapat berkontribusi meningkatkan perekonomian Indonesia, khususnya di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau disaat masa pandemi Covid-19.

“PT Shimano Batam adalah salah satu perusahaan di Masa Pandemi Covid-19 yang tetap bertahan dan terus berkembang, hal ini tidak terlepas dari dukungan semua Stakeholder, tentunya pula, kami memohon dukungan semua pihak, agar kami dapat terus berkembang dan dapat berkontribusi untuk Kota Batam dan Indonesia.” tutupnya. (*)

SALAM RAMADAN