

Reklamasi Piayu–Setengar Mengancam Ruang Hidup Warga Kampung Tua
batampos – Deru mesin ekskavator kini mengalahkan debur ombak di sepanjang pesisir Tanjung Piayu, Seibeduk dan Kampung Tua Setengar, Sagulung, Batam. Tanah merah hasil kerukan perbukitan terus diturunkan ke tepi laut, menutup alur sungai, menimbun mangrove, dan mengubah bentang alam yang selama puluhan tahun menjadi ruang hidup masyarakat pesisir.
Ruang yang dahulu menjadi tempat nelayan mencari nafkah kini perlahan beralih menjadi area proyek. Perubahan itu meninggalkan lebih banyak tanda tanya daripada kepastian bagi warga yang telah bermukim sejak dekade 1980-an.
Rajudin, perwakilan masyarakat Tanjung Piayu Laut, berdiri di antara timbunan tanah cokelat gelap yang baru diturunkan dari truk. Dari titik itu, ia menunjuk bekas alur Sungai Sabi dan Sungai Perbat, dua sungai estuari yang selama ini menjadi tempat warga mencari udang dan kepiting. Kini, alur sungai tersebut telah tertimbun.
“Begitu sungai itu hilang, hilang juga ruang hidup kami,” ujarnya, Sabtu (17/1).
BERITA SELENGKAPNYA BACA DI harian.batampos.co.id



