Jumat, 13 Maret 2026

Mangrove Hancur, Sungai Dikubur

spot_img

Berita Terkait

spot_img

Penampakan batas vegetasi mangrove yang kian menyusut serta kerusakan hutan bakau seiring maraknya reklamasi di pesisir Kampung Tua Setengar, Sagulung dan Tanjungpiayu Laut, Seibeduk, Batam. Foto-Foto: Akar Bhumi Indonesia untuk Batam Pos

Reklamasi Piayu–Setengar Mengancam Ruang Hidup Warga Kampung Tua

batampos – Deru mesin ekskavator kini mengalahkan debur ombak di sepanjang pesisir Tanjung Piayu, Seibeduk dan Kampung Tua Setengar, Sagulung, Batam. Tanah merah hasil kerukan perbukitan terus diturunkan ke tepi laut, menutup alur sungai, menimbun mangrove, dan mengubah bentang alam yang selama puluhan tahun menjadi ruang hidup masyarakat pesisir.

Ruang yang dahulu menjadi tempat nelayan mencari nafkah kini perlahan beralih menjadi area proyek. Perubahan itu meninggalkan lebih banyak tanda tanya daripada kepastian bagi warga yang telah bermukim sejak dekade 1980-an.

Rajudin, perwakilan masyarakat Tanjung Piayu Laut, berdiri di antara timbunan tanah cokelat gelap yang baru diturunkan dari truk. Dari titik itu, ia menunjuk bekas alur Sungai Sabi dan Sungai Perbat, dua sungai estuari yang selama ini menjadi tempat warga mencari udang dan kepiting. Kini, alur sungai tersebut telah tertimbun.

“Begitu sungai itu hilang, hilang juga ruang hidup kami,” ujarnya, Sabtu (17/1).

BERITA SELENGKAPNYA BACA DI  harian.batampos.co.id

ReporterArjuna

SALAM RAMADAN