
batampos – Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Batam, Mardanis, mengatakan tingginya harga telur saat ini bukan lagi dipengaruhi biaya pakan. Menurutnya, pemasok besar dari luar daerah memegang kendali penuh terhadap seluruh rantai produksi.
“Sekarang pakan sudah stabil. Tapi mereka di sana punya pakan, punya bibit, punya obat. Jadi harga memang ditentukan dari hulu. Kita di Batam hanya pelihara,” ujarnya.
Ia menegaskan pemerintah berencana mengambil alih pengelolaan hulu, mulai dari pembangunan kandang hingga penyediaan bibit dan pakan. “Nanti pemerintah bangun kandangnya, bibitnya, pakannya. Peternak tinggal pelihara. Itu yang kami dorong supaya harga bisa lebih stabil,” kata Mardanis.
Baca Juga: Harga Telur di Batam Tak Menunjukkan Penurunan
Ketika ditanya soal dugaan pedagang mengambil untung besar, Mardanis menegaskan kondisi pasar masih dalam batas wajar.
“Kalau agen jual Rp56 ribu, pedagang jual Rp58 ribu itu wajar. Yang kadang main lebih tinggi justru ritel,” tuturnya.
Kenaikan konsumsi menjelang Natal dan Tahun Baru juga menjadi faktor penyumbang. “Biasanya naik 10–20 persen. Ini pola tahunan,” katanya.
Pemerintah Kota Batam berencana menggelar operasi pasar khusus komoditas telur, minyak goreng, dan cabai. Namun, pelaksanaannya membutuhkan anggaran besar.
“Kalau keliling itu butuh minyak, mobil, tenaga. Anggarannya belum disetujui. Kalau NIA nanti, kita buat paket telur murah, minyak murah, cabai murah, tapi tidak keliling,” jelasnya.
Mardanis mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan. Sebab semakin panik masyarakat, maka permintaan akan semakin tinggi. Akibatnya harga semakin naik.
“Jangan panik-panik. Kalau panik beli, harganya makin naik. Ini sudah hukum pasar,” tegasnya.
Baca Juga: Modus Pinjam Motor Korban, 2 Pelaku Penggelapan Diciduk Polsek Sagulung
Saat ini, sekitar 80 persen pasokan telur Batam berasal dari Medan, sementara peternak lokal di wilayah Barelang hanya menyumbang sekitar 20 persen. Pemerintah sedang mengkaji opsi membuka pasokan dari daerah lain guna menstabilkan harga.
“Kalau bisa ambil dari daerah lain, harga bisa lebih bersaing. Kami lagi pelajari kemungkinan itu,” kata Mardanis.
Kenaikan harga telur diperkirakan masih akan berlangsung selama permintaan tinggi dan pasokan nasional terbatas. (*)
Reporter: Yashinta



