
batampos – Seorang pekerja PT Rubycon di kawasan industri Mukakuning, Kota Batam, ditemukan tewas di kamar asramanya, Selasa (8/10). Korban diketahui bernama Velman Sinaga (30), tinggal di dormitori Blok N3. Ia pertama kali ditemukan oleh rekan satu mess sekitar pukul 16.00 WIB setelah tidak masuk kerja sejak pagi.
Saat dicari, korban ditemukan dalam keadaan tak bernyawa dengan tali nilon melilit leher, mengenakan kaus merah berlogo Arsenal.
Kapolsek Sei Beduk, Iptu Alex Yasral, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, laporan diterima sekitar pukul 17.00 WIB dari petugas keamanan kawasan industri. “Petugas Polsek Sei Beduk bersama Unit INAFIS Polresta Barelang langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP,” ujarnya, Sabtu (11/10). Hasil pemeriksaan awal menunjukkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.
“Korban ditemukan dalam posisi tergantung di dalam kamar menggunakan tali nilon. Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat tindakan bunuh diri,” ungkap Kapolsek. Dari hasil autopsi sementara di RS Bhayangkara Batam, hanya ditemukan luka jerat di bagian leher, tanpa tanda kekerasan fisik lainnya.
Baca Juga: Polisi Olah TKP Pasca Bentrokan Dua Kelompok Driver Online di Lubukbaja
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, korban diketahui tengah menghadapi tekanan hidup dan depresi berat. Persoalan asmara, pinjaman online (pinjol), serta utang kepada rentenir diduga menjadi latar belakang aksi nekat tersebut. Beberapa rekan korban juga menyebut Velman sempat melontarkan niat untuk mengakhiri hidupnya beberapa kali sebelum kejadian.
“Sampai saat ini kami sudah memeriksa tujuh orang saksi, termasuk seorang wanita yang memiliki kedekatan dengan korban,” tambah Iptu Alex. Dari hasil penyelidikan, polisi memastikan peristiwa ini murni bunuh diri karena faktor pribadi, bukan karena tekanan lingkungan kerja maupun tempat tinggal.
Jenazah Velman Sinaga, pria asal Samosir, Sumatera Utara, telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di kampung halamannya. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih peka terhadap tanda-tanda depresi di lingkungan sekitar, serta tidak segan mencari bantuan jika menghadapi tekanan hidup berat. (*)
Reporter: Eusebius Sara



