
batampos – Pengerjaan revitalisasi bangunan Masjid Agung Batam segera dimulai dan dijadwalkan proses pemagaran akan dilakukan oleh pihak kontraktor dalam waktu dekat.
Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Batam, Suhar, mengatakan, pihaknya sudah menandatangani kontrak kerja bersama PT Adhi Karya awal bulan ini.
“Minggu ini kami doa bersama dulu. Jadi jemaah yang mau salat Jumat pekan ini masih bisa. Rencananya doa bersama bersamaan dengan pelaksanaan salat Jumat terakhir di Masjid Agung,” kata dia, Rabu (13/7).
Pengerjaan pertama yang dilakukan adalah menyiapkan masjid sementara. Nanti kapasitas masjid bisa menampung kurang lebih 100-150 jemaah. Untuk posisinya masih dicari karena harus sesuai dengan arah kiblat. Serta diupayakan aman dari pengerjaan proyek.
“Masjid pengganti masih di area bangunan utama. Namun kami sedang mencari titik yang pas untuk lokasi masjid. Kemarin sudah dibahas juga bersama Kemenag dan pemula agama. Karena masjid ini berada di pusat kota dan selalu ramai, jadi kami tidak ingin ada kendala dalam menentukan dan pembanguan meskipun sifatnya hanya sementara,” ujarnya.
Suhar melanjutkan usai doa bersama, kontraktor akan segera mulai memasukan alat berat untuk mendukung pembongkaran bangunan masjid yang akan direvitalisasi. Seperti diketahui beberapa bagian masih dipertahankan karena kondisinya masih dalam keadaan layak dan bagus.
Karena masjid berada di pusat kota, dan dekat dengan jalan utama serta area perkantoran
Rencananya pintu masuk bahan baku, dan lalu lalang kendaraan akan dibuat dekat kandang hewan yang ada di dekat masjid.
“Usai Iduladha kandang hewan kurban mulai dibongkar dan dibersihkan. Karena di situ akan dijadikan pusat keluar dan masuk untuk pengerjaan proyek revitalisasi,” terang Suhar.
Sesuai dengan penjelasan PT Adhi Karya, untuk pengerjaan revitalisasi ini diupayakan tidak mengganggu lalu lintas kendaraan di jalan utama, serta aktivitas masyarakat yang ada di sekitar bangunan masjid.
“Jadi sudah disiapkan jalannya sendiri. Karena mereka tidak ingin pengerjaan menimbulkan gangguan,” sebutnya.
Revitalisasi bangunan masjid ini akan dikerjakan dengan nilai anggaran Rp 167 miliar selama tiga tahun ke depan. Ia berharap tidak ada kendala ketika pengerjaan mulai berlangsung hingga finalisasi nantinya.
“Sesuai dengan arahan pimpinan, komponen bangunan harus kokoh dan sesuai dengan spek yang sudah disepakati. Nanti proyek ini juga akan dipantau langsung Pak Wali guna memastikan pengerjaan berjalan sesuai dengan rencana,” tutupnya.(*)
Reporter: Yulitavia



