Sabtu, 14 Maret 2026

Masjid Sementara Segera Dibangun di Lahan Masjid Agung Batam

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Masjid Agung Batam akan direvitalisasi. F.Cecep Maulana

batampos – Pengerjaan masjid pengganti bangunan utama Masjid Agung Batam segera dimulai. Saat ini perlengkapan pembangunan masjid sudah tiba di Batam, dan pembangunan akan segera dilanjutkan, setelah tertunda.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Masjid Agung Batam, Rahmad mengatakan saat ini bahan baku pembangunan masjid pengganti sudah berada di pelabuhan. Dalam waktu dekat pengerjaan yang tertunda beberapa pekan ini bisa segera dimulai.

“Tertunda beberapa pekan. Karena bahan baku sudah tiba di Batam kami akan segera mengerjakan bangunan masjid sementara ini,” kata dia,” Rabu (17/8).

Ia mengakui keterlambatan ini disebabkan karena proses pengiriman dari Jakarta. Hal ini menurutnya, di luar rencana awal penyiapan masjid sementara. Ia berharap masjid sementara ini bisa selesai dalam waktu tidak lama.

“Sampai sekarang bangunan utama masih digunakan untuk salat. Kalau masjid pengganti sudah berdiri dan layak, ibadah baru dipindah ke bangunan baru tersebut,” ujarnya.

Rahmad menambahkan berdasarkan rencana awal bangunan masjid sementara ini harus sudah selesai paling lambat akhir bulan Agustus ini. Saat ini pengerjaan revitalisasi bangunan masjid tetap dilanjutkan.

“Semua bagian plasa sudah dibongkar semua. Dan sedang dalam tahap pembersihan sisa bangunan yang dibongkar. Kalau sudah bersih semua, pengerjaan akan dilanjutkan ke tahap berikutnya,” jelasnya.

Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Batam, Suhar menambahkan bangunan Masjid Agung dibuat lebih moderen. Konsepnya moderen, dan religius yang bisa menggambarkan Batam sebagai Kota Madani. Selain itu, masjid ini juga dirancang sebagai tujuan wisata religi ke depannya.

Mengenai keterlambatan pembangunan masjid sementara, Suhar mengakui ada keterlambatan sampai dia Minggu ke depan. Harusnya kalau melihat jadwal, Minggu ini sudah masih tahap perakitan. Namun karena proses pengiriman membutuhkan waktu di luar dugaan, sehingga pendirian bangunan masjid sementara tersebut tertunda.

“Bahan bakunya sudah sampai. Sehingga pertengahan Agustus sudah bisa dikerjakan,” sebutnya.

Revitalisasi bangunan masjid ini akan dikerjakan dengan nilai anggaran Rp 167 miliar selama tiga tahun ke depan. Ia berharap tidak ada kendala ketika pengerjaan mulai berlangsung hingga finalisasi nantinya.

“Sesuai dengan arahan pimpinan, komponen bangunan harus kokoh dan sesuai dengan spek yang sudah disepakati. Nanti proyek ini juga akan dipantau langsung Pak Wali guna memastikan pengerjaan berjalan sesuai dengan rencana,” tutupnya. (*)

 

 

Reporter : YULITAVIA

SALAM RAMADAN