Selasa, 13 Januari 2026

Masyarakat Pulau Bulan Masih Dihantui Buaya Lepas, Tunggu Evaluasi Tim Terpadu

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Tim gabungan saat menangkap buaya di sekitar Pulau Bulan. Foto:Polsek Bulang untuk Batam Pos

batampos – Masyarakat Pulau Bulan dan sekitarnya masih dihantui kejadian lepasnya buaya dari penangkaran PT PJK. Hingga saat ini, masyarakat menanti evaluasi dari tim terpadu untuk memastikan bahwa semua buaya yang sempat lepas telah berhasil ditangkap kembali.

Meski pihak terkait telah menyampaikan bahwa pencarian telah selesai, masyarakat masih meragukan kepastian tersebut. Mereka khawatir masih ada buaya yang berkeliaran di luar, mengancam keselamatan warga.

“Iya, sekarang sudah mulai senyap upaya pencarian. Kita belum tahu betul ini apakah sudah semua ditangkap atau belum. Ini yang bikin kita masih was-was,” kata Darman, warga Pulau Bulan.

Baca Juga: Polda Kepri Buka Pendaftaran Calon Anggota Polri, Proses Rekrutmen Diklaim Bebas Kecurangan dan Pungutan

Sebelumnya, pihak perusahaan bersama pemangku kepentingan telah melaporkan bahwa seluruh buaya yang sempat lepas telah kembali ditangkap, dengan total 39 ekor. Namun, masyarakat tetap meminta jaminan yang lebih jelas agar bisa kembali beraktivitas dengan tenang.

“Kami mendengar satu sisi bilang masalah buaya ini sudah selesai, tapi di sisi lain kami masih diminta waspada. Ini yang jadi dilema bagi kami,” ujar Nia, warga lainnya, saat ditemui di Pelabuhan Sagulung.

Masyarakat menuntut adanya kepastian dan transparansi dari pihak berwenang agar tidak ada lagi keresahan di tengah mereka. Mereka ingin memastikan bahwa buaya penangkaran tidak lagi berkeliaran di sekitar pemukiman atau perairan yang mereka gunakan untuk beraktivitas sehari-hari.

Sementara itu, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) menegaskan bahwa seluruh buaya yang sempat kabur telah berhasil ditangkap kembali. “Total 39 ekor sudah kembali ke penangkaran, sesuai dengan laporan dari pihak perusahaan,” jelas Kepala BBKSDA, Tommy Steven Sinambela.

Baca Juga: Dunia Kopi Kampung Madani Bersinar: Upaya BNN RI Ciptakan Kawasan Produktif dan Bebas Narkoba

Namun, ia juga mengingatkan bahwa meskipun masalah buaya penangkaran telah terselesaikan, masyarakat tetap harus waspada. Hal ini mengingat wilayah Pulau Bulan dan sekitarnya merupakan habitat alami buaya liar yang memang hidup di daerah tersebut.

“Untuk buaya penangkaran sudah selesai, pencarian sudah dihentikan dan sekarang sifatnya patroli. Bersama TNI AL dan tim gabungan lainnya, kami tetap memantau untuk keamanan dan kenyamanan masyarakat,” tambah Tommy.

Ke depan, masyarakat berharap ada langkah-langkah konkret dari pihak berwenang untuk mencegah insiden serupa terulang. Mereka meminta pengelola penangkaran lebih ketat dalam pengamanan dan memastikan sistem kandang tidak lagi mengalami kebocoran yang berisiko membahayakan lingkungan sekitar.

Dengan adanya evaluasi menyeluruh, diharapkan kejadian ini bisa menjadi pelajaran berharga. Masyarakat Pulau Bulan pun berharap dapat segera kembali menjalani aktivitas mereka dengan rasa aman tanpa dihantui ketakutan akan keberadaan buaya di luar penangkaran. (*)

 

 

Reporter: Eusebius Sara

Update