
batampos – Sebuah mobil lori bermuatan pasir basah menimbulkan keresahan pengguna jalan setelah materialnya berceceran di Jalan Jenderal Sudirman, dari arah Bandara Hang Nadim menuju Simpang Kabil, Rabu (10/12) sekitar pukul 07.30 WIB. Pasir yang jatuh dari bak lori membuat badan jalan licin dan mengancam keselamatan pengendara, terutama pengguna sepeda motor.
Sejumlah warga yang melintas menilai kondisi tersebut sangat berbahaya. Rahman, karyawan swasta yang saat itu menuju tempat kerja, mengatakan pasir yang jatuh cukup tebal dan basah sehingga membuat banyak pengendara terpaksa melambat mendadak. “Pasirnya banyak sekali berceceran. Tadi beberapa pengendara motor mengelak mendadak dari pasir yang jatuh ke jalan karena takut tergelincir. Ini jelas bahaya,” ujarnya.
Rahman menilai pengangkutan pasir seharusnya diawasi lebih ketat. Banyak lori yang melintas tanpa penutup bak, membuat material mudah jatuh ke jalan. “Sopirnya seenaknya saja. Kalau mau angkut pasir, ya harus ditutup rapat. Jangan sampai membahayakan orang lain,” tambahnya.
Saksi lainnya, Adi, mengatakan lori tersebut terlihat berhenti di pinggir jalan, namun sisa pasir yang menumpuk dibiarkan begitu saja tanpa ada upaya pembersihan dari pengemudi. Kondisi itu membuat jalan tetap licin dan berpotensi memicu kecelakaan.
Warga lain, Samsul, mengatakan kejadian serupa bukan pertama kali terjadi di kawasan tersebut. Ia menduga maraknya angkutan pasir berkaitan dengan aktivitas reklamasi atau penambangan yang tidak jelas izinnya. “Sekarang ini reklamasi dan tambang pasir makin marak di Batam. Kalau dibiarkan, bisa menimbulkan masalah besar seperti bencana longsor atau kerusakan lingkungan,” ujarnya.
Samsul menegaskan perlunya langkah pencegahan lebih dini agar kejadian seperti ini tidak berulang dan tidak menimbulkan insiden yang lebih berbahaya. “Batam ini rumah kita. Kalau bukan kita yang peduli, siapa lagi? Jangan sampai nanti sudah terjadi bencana baru sibuk saling menyalahkan,” tegasnya. (*)



