Senin, 9 Februari 2026

MBG Hampir Menjangkau Seluruh Madrasah di Batam, Kemenag Catat 16.881 Siswa Terlayani

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi Makan Bergizi Gratis di Batam.

batampos – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Batam terus meluas. Hingga awal Februari 2026, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Batam mencatat hampir seluruh madrasah di daerah ini telah terjamah program nasional tersebut.

Kepala Kantor Kemenag Batam, Budi Dermawan, mengungkapkan sebanyak 16.881 pelajar madrasah dari 168 lembaga pendidikan telah menerima MBG. Jumlah ini mendekati total madrasah aktif di Batam yang mencapai 182 lembaga.

“Artinya, sebagian besar madrasah di Batam sudah menerima manfaat MBG. Ini menunjukkan program ini berjalan dan mulai merata,” kata Budi.


Ia menjelaskan, penerima MBG berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan anak usia dini hingga tingkat menengah atas. Rinciannya meliputi 91 Raudhatul Athfal (RA), 39 Madrasah Ibtidaiyah (MI), 25 Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan 13 Madrasah Aliyah (MA).

Baca Juga: Polsek Batuaji Tertibkan Motor yang Diparkir Sembarangan di Tanjunguncang

Menurut Budi, penerapan MBG di madrasah tidak diseragamkan, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan dan karakter masing-masing satuan pendidikan. Hal ini dilakukan agar program benar-benar tepat sasaran dan efektif.

“Ada madrasah yang memilih MBG untuk sarapan, ada juga yang untuk makan siang. Bahkan ada madrasah berasrama yang pengaturannya berbeda. Semua kami koordinasikan dengan dapur penyedia,” jelasnya.

Kemenag Batam juga memastikan pengawasan tetap dilakukan secara ketat, terutama setelah sempat terjadi dugaan keracunan makanan di MAN 2 Batam pada November 2025 lalu. Budi menegaskan, kejadian tersebut telah ditangani secara cepat dan menyeluruh.

“Begitu ada laporan, langsung ditindaklanjuti. Madrasah melapor ke SPPG, sampel makanan diperiksa, dan penanganannya selesai saat itu juga. Ini jadi bahan evaluasi agar tidak terulang,” katanya.

Di sisi lain, Budi mengakui masih ada kendala dalam sistem pendataan MBG. Meski data penerima seharusnya terintegrasi melalui aplikasi pemerintah pusat, hingga kini Kemenag Batam belum memperoleh akses ke sistem tersebut.

Baca Juga: Transportasi AirFish Dinilai Dapat Mendongkrak Pariwisata dan Bisnis Batam

“Kami belum bisa login ke aplikasi pusat, jadi belum bisa menarik data langsung dari sana. Untuk sementara, kami lakukan pendataan manual lewat Google Form yang disebarkan ke madrasah,” ujarnya.

Pendataan manual tersebut dilakukan pada periode 30 Januari hingga 6 Februari 2026 dan menjadi rujukan terbaru Kemenag Batam dalam memantau cakupan MBG di lingkungan madrasah.

“Kami ingin memastikan tidak ada madrasah yang tertinggal, sekaligus memudahkan evaluasi ke depan,” kata Budi.

Kemenag Batam berharap ke depan akses ke sistem pusat dapat segera dibuka, sehingga pelaksanaan dan pengawasan MBG di madrasah bisa dilakukan secara lebih optimal dan terintegrasi. (*)

Update