
batampos – Pelaksanaan Pesantren Ramadan di seluruh satuan pendidikan di Kota Batam mulai digelar Senin (23/2). Di tengah kegiatan keagamaan tersebut, program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tetap berjalan dengan skema penyaluran yang disesuaikan.
Ketua Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Batam, Defri Frenaldi, menegaskan distribusi MBG tidak dihentikan selama Ramadan.
“Tetap berjalan, bang. Untuk Ramadan kita sesuaikan, mayoritas makanan kering yang bisa dibawa pulang,” ujar Defri, Minggu (22/2).
Ia menjelaskan, mekanisme penyaluran disesuaikan dengan karakter masing-masing sekolah. Untuk sekolah umum, paket MBG diberikan dalam bentuk makanan kering agar bisa dikonsumsi saat berbuka puasa.
Sementara bagi sekolah berbasis pesantren, makanan siap santap akan diantar langsung menjelang waktu berbuka.
“Untuk sekolah umum tetap makanan kering. Kalau sekolah pesantren, kita antar makanan siap santap saat berbuka. Sedangkan sekolah nonmuslim tetap normal seperti hari biasanya,” jelasnya.
Menurut Defri, setiap SPPG akan menyesuaikan pola distribusi dengan kebutuhan dan kondisi sekolah masing-masing, sehingga manfaat program tetap dirasakan siswa tanpa mengganggu ibadah puasa.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan, menegaskan jadwal kegiatan satuan pendidikan selama Ramadan 1447 Hijriah telah diatur dalam pedoman kalender pendidikan Tahun Ajaran 2025/2026.
Seluruh satuan pendidikan jenjang PAUD, SD, SMP, SKB, dan PKBM di Batam melaksanakan Pesantren Ramadan pada 23 hingga 25 Februari 2026 secara tatap muka di sekolah masing-masing.
“Pesantren Ramadan digelar selama tiga hari, mulai 23 sampai 25 Februari 2026. Ini menjadi momentum penting untuk memperkuat karakter dan nilai spiritual peserta didik,” ujar Hendri, Kamis (19/2).
Ia menambahkan, kegiatan tersebut diisi dengan berbagai aktivitas keagamaan dan pembinaan akhlak yang dikemas secara edukatif dan menyenangkan. Sekolah diberi keleluasaan mengembangkan konsep kegiatan, selama tetap berorientasi pada pembentukan karakter dan penanaman nilai-nilai keagamaan.
Setelah Pesantren Ramadan, kegiatan belajar mengajar kembali berlangsung mulai 26 Februari hingga 14 Maret 2026 dengan penyesuaian jadwal selama bulan suci.
“Mulai 26 Februari sampai 14 Maret 2026, peserta didik kembali melaksanakan pembelajaran di sekolah seperti biasa sesuai jadwal yang telah disesuaikan selama Ramadan,” pungkasnya. (*)



