
batampos – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan suci Ramadan di Kota Batam masih menunggu petunjuk teknis lebih lanjut dari pemerintah pusat. Ketua Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Batam, Defri Frenaldi, mengatakan hingga kini belum ada arahan resmi terkait perubahan mekanisme penyaluran MBG saat Ramadan.
“Untuk sementara kami masih menunggu petunjuk,” kata Defri saat dikonfirmasi, Jumat (30/1).
Namun demikian, Defri menyebut jika berkaca pada pelaksanaan MBG pada Ramadan tahun lalu, program tersebut tetap berjalan normal, dengan penyesuaian menu agar dapat dikonsumsi saat berbuka puasa.
“Kalau melihat pengalaman tahun lalu, MBG tetap berjalan. Hanya saja makanan yang diberikan disesuaikan untuk berbuka puasa,” ujarnya.
Baca Juga: Bantuan Iuran BPJS Kesehatan di Batam Sasar 90 Ribu Peserta Tahun Ini
Defri menegaskan, SPPG Batam siap mengikuti kebijakan pusat dan akan segera menyesuaikan pola distribusi maupun jenis makanan begitu petunjuk teknis diterbitkan. Menurutnya, prinsip utama program ini tetap memastikan kebutuhan gizi penerima manfaat terpenuhi, meskipun dalam suasana ibadah puasa.
“Intinya kami siap menjalankan kebijakan apa pun yang ditetapkan, demi memastikan program MBG tetap berjalan dan manfaat gizinya tetap diterima masyarakat,” ucap Defri.
Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa akan ada perubahan menu MBG selama Ramadan, khususnya bagi siswa yang menjalankan ibadah puasa. Nantinya, makanan tidak lagi disajikan siap santap, melainkan dalam bentuk makanan kering yang bisa dibawa pulang.
“Contoh untuk puasa, kurma, telur rebus atau telur asin atau telur pindang, buah, susu, abon,” kata Dadan.
Ia menjelaskan, skema ini berlaku untuk sekolah-sekolah dengan mayoritas siswa beragama Islam. Makanan akan dibagikan pada siang hari saat jam sekolah dan dibawa pulang untuk dikonsumsi saat berbuka puasa.
Baca Juga: Rawan Kecelakaan di Bukit Kemuning, Warga Minta Pasang Pita Penggaduh
“Untuk anak sekolah di daerah yang mayoritas puasa, itu akan dibagikan di siang hari untuk dibawa pulang sebagai menu buka puasa,” jelasnya.
Sementara itu, untuk sekolah dengan mayoritas siswa non-muslim, pelaksanaan MBG akan tetap berjalan seperti hari biasa. Hal yang sama juga berlaku untuk penerima manfaat lain seperti ibu hamil dan balita.
Adapun untuk SPPG yang berada di lingkungan pesantren, Dadan menyebut pelayanan MBG akan digeser ke sore hari dengan menu makanan normal, mengingat penerima manfaatnya bersifat lokal. (*)



