
batampos – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang direncanakan pemerintah pusat untuk lansia dan penyandang disabilitas pada 2026, belum dapat diterapkan di Kota Batam. Saat ini, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Batam masih menunggu arahan dan kebijakan resmi dari pemerintah pusat terkait mekanisme pelaksanaannya.
Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf sebelumnya menyebutkan bahwa pemerintah akan memberikan MBG kepada lebih dari 100 ribu lansia berusia di atas 75 tahun serta sekitar 36 ribu penyandang disabilitas di seluruh Indonesia pada 2026.
Namun, Ketua Koordinator SPPG Kota Batam, Defri Frenaldi, mengatakan hingga kini belum ada kebijakan teknis yang mengatur pelaksanaan MBG untuk lansia di daerah, termasuk pendataan calon penerima manfaat.
“Untuk lansia masih menunggu penyusunan kebijakan. Jadi memang belum kita laksanakan di Batam,” ujar Defri, Selasa (13/1/2026).
Ia menjelaskan, saat ini SPPG Batam masih memfokuskan program MBG pada penambahan penerima manfaat dari kalangan guru. Sementara untuk penyandang disabilitas, sebagian sudah menerima manfaat MBG melalui sekolah luar biasa (SLB).
“Kalau disabilitas, sekarang ini sudah ada yang menjadi penerima manfaat di sekolah SLB,” katanya.
Disinggung mengenai rencana pendataan lansia di Batam sebagai persiapan ke depan, Defri menegaskan pihaknya masih menunggu arahan resmi dari pemerintah pusat.
“Kita masih menunggu kebijakan dan arahan pusat. Kalau nantinya diminta untuk menambah penerima, pastinya kita siap,” tegasnya.
Meski demikian, Defri mengakui bahwa pelaksanaan MBG untuk lansia dan kelompok rentan lainnya membutuhkan persiapan khusus. Mulai dari penyesuaian menu hingga kesiapan dapur produksi, seiring bertambahnya jumlah penerima manfaat.
“Tinggal penyesuaian menu untuk lansia, karena kebutuhan gizinya berbeda, dan juga perbaikan dapur seiring bertambahnya penerima manfaat,” jelasnya.(*)



