
batampos – Jajaran Polsek Bengkong membubarkan aksi perang sarung yang dilakukan anak remaja pada Selasa (4/3) malam. Perang sarung ini dilakukan 2 kelompok anak yang berjumlah 10 orang.
“Ada 10 orang anak yang kita amankan dalam perang sarung ini. Setelah diamankan kita panggil orangtuanya, dan dipulangkan,” ujar Kanit Reskrim Polsek Bengkong, Iptu Marihot Pakpahan.
Menurut Marihot, perang sarung ini membahayakan bagi yang melakukannya. Sebab, dalam sarung tersebut kerap diisi batu untuk melukai lawan disekitarnya.
“Perang sarung ini tidak boleh dilakukan. Selain membahayakan diri sendiri, juga membhayakan orang lain,” ungkapnya.
Marihot mengaku selama bulan Ramadan ini memang rawan aksi perang sarung yang dilakukan anak remaja. Untuk itu, pihaknya meningkatkan patroli di kawasan yang rawan.
“Patroli kita tingkatkan, khususnya ke lokasi-lokasi yang rawan,” katanya.
Selain patroli, kata Marihot, ia meminta kepada orangtua untuk memperingatinanaknya masing-masing. Seperti meminta anak untuk langsung pulang ke rumah setelah salat Tarawih.
“Kepada masyarakat yang melihat perang sarung ini bisa langsung melaporkan kepada kita. Agar langsung kita datangi,” tutupnya. (*)
Reporter: YOFI YUHENDRI



