Jumat, 13 Maret 2026

Mencoba Peruntungan di Batam lewat Kartu Kuning

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Pencari kerja di Batam sedang mengurus kartu kuning di Disnaker Batam. F.Dalil Harahap

batampos – Tingginya angka pencari kerja tercermin dari meningkatnya permintaan atas berbagai dokumen pendukung yang diterbitkan berbagai instansi. Layanan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) di Polsek, misalnya, di atas 100-an berkas per hari.

“Banyak memang, karena Covid-19 mulai mereda. Perusahaan juga mulai banyak yang buka lowongan jadi orang pada lengkapi berkas lamarannya,” ujar Kapolsek Batuaji, Kompol Daniel Ganjar Kristanto.

Kapolsek Sagulung, Iptu Nyoman Ananta Mahendra, menyampaikan hal yang sama. “Aktivitas yang paling banyak tetap di layanan SKCK. Ramai memang belakangan ini. 100-an berkas per hari yang kita keluarkan. Orang mau lamar kerja kembali (setelah pandemi Covid-19 mereda),” ujar Nyoman.

Pengurusan kartu kuning di Dinas Tenaga Kerja juga meningkat. Hingga Agustus 2022, jumlahnya mencapai 13.021. Profil mereka yang mengurus kartu kuning mulai dari lulusan SD, SMP sampai dengan S2.

Jika dirincikan pencaker di Kota Batam dibedakan mereka yang memiliki KTP Batam dan luar KTP Batam. Bagi yang memiliki KTP Batam mengurus kartu kuning di kantor kecamatan sesuai domisili. Sedangkan bagi KTP luar Batam atau pendatang mengurus kartu kuning di kantor Disnaker Batam.

“Hingga pertengahan tahun ini pencaker baik yang ngurus di kecamatan maupun di kantor Disnaker totalnya 13.021 orang,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam Rudi Sakyakirti, Sabtu (13/8).

Rinciannya terdiri dari 5.350 kartu kuning yang dikeluarkan dari Disnaker Batam dan 8.517 kartu kuning dari kantor kecamatan.

Rudi Sakyakirti menjelaskan, sebanyak 2.331 pencari kerja yang mengurus kartu kuning ini telah ditempatkan atau sudah memiliki pekerjaan. Bila dikategorikan lulusan, tingkat serapan tenaga kerja masih didominasi oleh lulusan SMA sederajat.

“Ya, sebanyak 1.601 yang sudah bekerja ini lulusan SMA sederajat atau sekitar 83 persen,” sebut Rudi.

Rudi Sakyakirti memprediksi peluang kerja di Batam akan semakin membaik. “Kita tetap optimistis ada peningkatan. Apalagi saat ini Singapura juga sudah dibuka kembali,” tuturnya.

Lowongan yang akan tersedia dalam waktu dekat ini ialah sektor migas. Sektor ini disebut mampu menyerap hingga 3.000 orang lebih, selanjutnya sektor elektronik dengan daya serap 2.500 orang dan sektor pariwisata yang mampu menyerap 500 orang tenaga kerja.

“Ini estimasi lowongan kerja yang akan tersedia ke depan ini di Kota Batam,” ungkap Rudi.

Harapan itulah yang mendorong pencari kerja tertarik masuk ke Batam.”Baru sepekan di sini. Ngurus kartu kuning buat nyari kerja,” ujar Andi, pemohon kartu kuning asal Medan.

Andi mengaku baru satu tahun ini menamatkan sekolah kejuruannya. Ia memilih merantau ke Kota Batam dikarenakan banyak teman-temannya yang sudah bekerja di sini. “Saya termasuk terlambat. Kawan-kawan yang sudah duluan ke sini sudah pada bekerja,” tambahnya.

Hal senada juga dikatakan Arif, pemohon lainnya. Ia mengaku sudah sebulan di Batam dan belum mendapatkan pekerjaan. Padahal sudah mendaftar menggunakan surat kuning dari daerahnya. “Coba kartu kuning yang dari Batam. Mana tau bisa cepat dapat pekerjaan,” kata pemuda asal Sumatera Barat itu. (*)

 

 

 

Reporter: EUSEBIUS SARA, RENGGA YULIANDRA

SALAM RAMADAN