Sabtu, 14 Maret 2026

Mengaku Aparat, Komplotan Pencuri Motor di Batam Kelabui Korbannya

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi pencurian motor

batampos – Polda Kepri menangkap 4 orang komplotan pencuri kendaraan bermotor. Penangkapan ke empat orang ini, setelah polisi menerima beberapa laporan warga yang kehilangan kendaraan bermotor.

Modus pencurian ini cukup unik dan berbeda dari yang selama ini terjadi di Batam. Sebab, pencurian ini modus untuk membeli kendaraan bermotor.

“Keempatnya memiliki peranan masing-masing,” kata Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepri, AKBP Ary Baroto, Rabu (27/7).

Peran sentral dalam komplotan ini yakni Idris dan Fardiansyah. Fardiansyah berperan sebagai orang yang meminta dan menetukan jenis kendaraan ke Idris. Setelah ada permintaan itu, Idris melakukan pemetaan di beberapa grup jual beli motor.

Sasaran Idris adalah orang-orang yang terdesak menjual kendaraan bermotor. Begitu memilih target, Idris akan menghubungi calon korbannya melalui telepon.

Bermoduskan Cash On Delivery (Cod), Idris meminta bertemu dengan korbannya. Setelah disepakati tempat pertemuan, Idris akan menyuruh anak buahnya, Wawan dan Dikky.

Kedua orang ini yang akan bertemu dengan korbannya. Saat pertemuan, keduanya berusaha meminta agar diizinkan melakukan mengetes kendaraanya. Karena korban yang dipilih orang-orang yang terdesak kebutuhan untuk menjual kendaraan motornya.

Sehingga keinginan keduanya melakukan tes kendaraan dipenuhi oleh para korbannya. Setelah diizinkan, Wawan dan Dikky membawa kendaraan tersebut. Lalu, meninggal kendaraan itu disuatu tempat yang disepakati dengan Idris.

Dari penyelidikan polisi, hubungan Wawan dan Dikky dengan Idris tidak pernah saling ketemu. Begitu juga dengan Ferdiansyah.

Komplotan ini menerapkan sistem terputus. Sehingga, jika ada penyelidikan kepolisian, menyulitkan pelacakan. Komplotan ini baru ketemu di Mapolda Kepri.

“Kami tangkap setelah adanya laporan masyarakat. Awalnya kami menangkap Ww (Wawan) dan Dk (Dikky),” kata Ary.

Dari keterangan keduanya, didapat informasi bahwa yang menyuruh mereka adalah Idris. Meskipun belum pernah ketemu, Idris selalu menghubungi kedua orang ini dengan nomor yang sama.

Polisi pun melakukan pelacakan dan menangkap Achmad Idris di Harbourbay, Batuampar, Batam, 26 Juli. Dari Idris diketahui bahwa pencurian ini bemula dari permintaan Ferdiansyah. Di hari yang sama polisi menangkap Ferdiansyah di Baloi Indah Anggrek.

Ferdiansyah meyakinkan pembelinya, dengan berpura-pura menjadi seorang aparat. Selain itu, demi menambah keyakinan, KTP Ferdiansyah pekerjannya sebagai Tentara Nasional Indonesia.

Dari Ferdiansyah polisi mengamankan beberapa kendaraan bermotor, baju loreng, air soft gun, senjata tajam dan uang tunai senilai Rp 8,9juta.

“Kendaraan yang kami amankan ada 5 unit. Namun, dari pengakuan Ww (Wawan) dan Dk (Dikky), mereka sudah melakukan perbuatan ini sebanyak 13 kali

“Kami masih melakukan pendalaman atas kejadian ini, apakah ada orang lain terlibat,” ujar Ary Baroto. (*)

 

 

Reporter : FISKA JUANDA

SALAM RAMADAN