Selasa, 17 Maret 2026

Menjelang Idul Adha, Penjual Hewan Kurban Mulai Kewalahan Melayani Pemesanan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Hewan kurban di lokasi penangkaran hewan, Seitemiang, Tanjungriau, Sekupang, Minggu (5/6). F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Pedagang hewan kurban di lokasi penangkaran hewan Seitemiang mulai kewalahan melayani pemesanan hewan kurban. Itu karena hewan kurban yang tersedia masih sangat terbatas. Separuh hewan kurban yang didatangkan dari luar masih di lokasi karantina hewan.

Saat Batam Pos bertandang ke lokasi kandang-kandang hewan tersebut, Senin (27/6) sapi yang tersedia di kandang umumnya tidak sampai sampai 50 an ekor. Dan sapi-sapi tersebut umumnya sudah berlabel terjual. Itu artinya untuk yang belum terjual sudah tak ada lagi.

“Kecuali kalau datang yang dari lokasi karantina itu. Tapi sampai sekarang belum datang juga. Sudah di Batam sapi-sapi itu tapi masih di lokasi karantina di Patam Lestari,” ujar Hadi, petugas di lokasi kandang Habib.

Begitu juga dengan kambing, stok yang tersedia masih sangat sedikit dibawa 100-an ekor. Padahal permintaan kambing kurban per tahun umumnya diatas seribuan ekor. Jika proses karantina terlalu lama maka dikuatirkan banyak masyarakat yang tidak kebagian hewan kurban dan berimbas pada tingginya harga hewan kurban saat mendekati hari raya Idhul Adha nanti.

“Karena hewan yang di luar lokasi karantina ini sudah mulai naikan harga. Ini tentu berdampak nantinya. Kandang pada bersaing menaikkan harga karena memang terbatas jumlah hewan yang tersedia,” ujar Andi, pengurus kandang lainnya.

Untuk ketahui tahun-tahun sebelumnya, stok hewan kurban yang tersedia umumnya diatas seribuan ekor. Sapi diatas 2.000 ekor dan kambing diatas 3.000 an ekor. Jika stok berkurang dari jumlah rata-rata tersebut dipastikan akan kesulitan memenuhi kebutuhan hewan kurban di Kota Batam.

“Yang terjual ini umumnya sudah (dibeli) langganan tetap. Kalau yang baru mau berkurban tentu akan kesulitan mendapatkan hewan kurban karena memang stoknya masih terbatas saat ini,” kata Andi lagi. (*)

 

Reporter : Eusebius Sara

SALAM RAMADAN