Minggu, 25 Januari 2026

Menjelang Nataru, Bulog Pastikan Stok Beras Batam dan Karimun Aman

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Pimpinan Cabang Bulog Batam Guido X. L mengecek beras di gudang bulog di Batu merah, Rabu (26/11). Menjelang Natal dan Tahun Baru stok beras di karimun dan Batam aman. Foto. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Perum Bulog memastikan stok beras di Batam dan Karimun berada dalam kondisi aman. Pimpinan Cabang Bulog Batam, Guido X.L. Pereira, turun langsung meninjau Gudang Bulog Batu Merah, Rabu (26/11) pagi, untuk memastikan ketersediaan dan kualitas beras tetap terjaga.

Dalam pengecekan rutin itu, Guido memeriksa proses penataan beras, perawatan gudang, hingga kesiapan pasokan untuk menghadapi lonjakan konsumsi akhir tahun.

“Setiap hari, minggu, dan bulan dilakukan perawatan gudang. Tidak ada beras rusak atau busuk. Semua yang keluar dari Bulog harus dalam kondisi layak konsumsi,” tegasnya.

Beras medium masih menjadi stok paling dominan, yakni 3.097 ton di Gudang Batu Merah dan 185 ton di Gudang Karimun. Total 3.300 ton ini diproyeksikan cukup hingga 3-4 bulan ke depan.

Bulog juga memperkuat stok premium untuk menjaga stabilitas harga di pasaran. Sebanyak 50 ton beras premium dari Subang dijadwalkan tiba dalam waktu dekat.

“Rinciannya, 25 ton masuk ke Gudang Batam dan 25 ton ke Karimun. Ini penugasan khusus menghadapi potensi kelangkaan premium,” kata Guido.

Tak hanya itu, rencana penambahan besar-besaran melalui 4.000 ton beras dari Sulawesi Selatan yang telah tersedia di Sulselbar kini menunggu jadwal pengiriman. Stok tersebut akan memperkuat kapasitas gudang Bulog Batam yang mencapai 7.000 ton.

“Namun saya belum bisa pastikan ini kapan, tergantung pemerintah pusat. Intinya kami Bulog Batam siap kalau diberi penugasan,” tegasnya.

Guido juga menjelaskan peredaran beras premium di Batam selama ini masih didominasi sekitar 20 distributor besar. Namun secara bertahap, Bulog akan mengambil peran lebih besar dalam penyediaan premium agar distribusi lebih merata dan harga lebih terkendali.

“Di Batam, kebutuhan beras premium perhari itu hampir 450 ton, per minggu hampir 3000 ton dan per bulan 12500 ton,” ungkapnya

Untuk beras bantuan pangan (BP), pencapaiannya dinilai memuaskan. Gudang Batam telah memenuhi 100 persen pagu sekitar 600 ton, sedangkan Karimun menyiapkan sekitar 201 ton.

“Penyaluran Oktober dan November kami targetkan selesai 100 persen pada akhir bulan ini,” ujarnya optimistis.

Guido memastikan masyarakat tidak perlu khawatir. Cadangan beras nasional masih sangat kuat, mencapai sekitar 3 juta ton berdasarkan proyeksi pemerintah pusat. Penyerapan hasil panen kembali dilakukan mulai Desember hingga Maret mendatang.

“Kalau cadangan beras se Indonesia itu 3 juta ton. Jadi dipastikan aman untuk beras medium,” tegasnya.

Selain beras, Bulog juga turut menyalurkan minyak goreng dua liter dan gula dalam program bantuan pangan. Di Batam, Bulog dipercaya menjalankan program subsidi pangan Pemkot Batam yang menyediakan beras SPHP lima kilogram dan bantuan pangan sepuluh kilogram untuk penerima manfaat. Dengan langkah penguatan stok dari pusat, distribusi premium, dan kesiapan gudang, Bulog menjamin pasokan beras di Batam dan Karimun tetap stabil hingga awal tahun.

“Kami ingin masyarakat tetap tenang. Stok aman, harga terkendali, kualitas terjaga,” tutup Guido. (*)

Reporter: Yashinta

Update