Kamis, 2 April 2026

Menko Airlangga Bahas Ekonomi Hijau, Biru dan Digitaliasasi di IMT GT

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (tengah) bersama Mentri Ekonomi Malaysia Rafizi Ramli, Wakil Mentri Keuangan Thailand Julapun Amornvivat, Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan undangan memberikan keterangan pada acara Indonesia-Thailand-Malaysia Growth Triangle (IMT-GT). di Hotel Marriot, Jumat (29/9). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos– Indonesia – Malaysia – Thailand Growth Triangle (IMT-GT) forum yang sudah dibangun selama 30 tahun. Forum ini untuk memprioritaskan pembangunan ekonomi daerah, untuk mengurangi kesenjangan serta meningkatkan daya saing dan kesejahteraan masyarakat di tiga negara.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pertemuan ini menandai 30 tahun berdirinya IMT-GT. Momen ini, kata Airlangga sangat penting, untuk dapat meninjau kembali kerjasama 3 negara, agar tetap relevan dalam situasi yang dinamis.

“Ketidakpastian global, perubahan iklim, kerawanan pangan dan energi, kita perlu dorong tranformasi digital, kembangkan ekonomi kreatif, hijau dan biru serta maksimalkan sektor-sektor unggulan, seperti pariwisata, pertanian dan industri halal,” kata Airlangga.

IMT-GT, kata Airlangga harus meningkatkan konektivitas fisik dan digital. Hal itu demi mendukung integrasi kawasan, serta bersinergi dengan masterplan konektivitas ASEAN 2025.

Selaim itu, Airlangga mengatakan, perlu juga mengoptimalkan kolaborasi dan kolektivitas serta menyerukan para kepala daerah IMT-GT yang tergabung dalam Chief Ministers and Governors Forum (CMGF) untuk merubah paradigma dalam merencanakan pembangunan daerah.

“Perlu beralih dari pandangan individual ke pembangunan berwawasan kolektif, fokus pada peningkatan sinergi dan keselarasan, untuk memperkuat konektivitas,” ujar Airlangga.

Airlangga mengatakan, dalam pertemuan IMT-GT membahas berbagai isu strategis. Hal itu berguna menghadapi tantangan ke depannya. Tantangan Indonesia, Malaysia dan Thailand kedepannya semakin meningkat.

Sehingga, IMT-GT harus lebih agresif dan responsif dalam memanfaatkan peluang. Airlangga juga mengatakan, perlunya percepatan adopsi dan transformasi ekonomi hijau dan ekonomi biru, modernisasi dan hilirisasi karet dan kelapa sawit, pengembangan industri berbasis digital, industri kreatif, produk dan jasa halal, dan pariwisata yang terintegrasi.

BACA JUGA: Tingkatkan Pemahaman Petugas, BP Batam Gelar Bimtek Pengelolaan Waduk

“Penguatan sinergi anggota IMT-GT,” ujar Airlangga.

Ia mengatakan, IMT-GT memiliki visi, untuk menjadi kawasan terintegrasi, inovatif, inklusif, hijau, dan berkelanjutan.

“Tumbuhnya economic corridor di kawasan IMT-GT diharapkan bisa memperkuat Selat Malaka, dan tentunya untuk tourism dimana tourism menjadi salah satu andalan IMT-GT,” ujar Airlangga.

Menteri Ekonomi Malaysia Rafizi Ramli menyatakan hal sama. Ia meyakini bahwa IMT-GT merupakan kerja sama yang penting, untuk dapat meningkatkan kesatuan negara sub-kawasan dalam memperkuat ekonomi masyarakat melalui kolaborasi di berbagai industri dan komoditas.

“Saat ini, negara sub-kawasan akan dihadapkan dengan berbagai tantangan ekonomi global,” ujar Rafizi. (*)

reporter: juanda

UPDATE