
batampos – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop, dan UKM), Teten Masduki meresmikan gedung PLUT yang berada di Golden Prawn, Bengkong, Kamis (31/3).
Teten mengatakan sektor UMKM merupakan penyempurna dan pendukung sektor pariwisata. Berdasarkan data, 99 persen pelaku usaha di Indonesia bergerak di bidang UMKM, dan 97 persen berpotensi menyerap tenaga kerja dari sektor UMKM.
Permasalahan yang saat ini dihadapi adalah persoalan pengemasan yang masih jadul dan kurang menarik pembeli. Produk kurang berdaya saing, pelaku usaha juga masih banyak mengelola bisnisnya sendiri-sendiri sehingga berdampak terhadap pemasaran produk.
“Di banyak negara struktur ekonomi juga didominasi sektor UMKM. Jadi ini peluangnya sangat besar. Produk didorong go digital, dan semakin berkualitas,” ujarnya.
Produk UMKM harus terintegrasi dengan pasarnya. Untuk itu, dibutuhkan tenaga ahli. Untuk itu, PLUT harus punya desainer untuk merancang kemasan yang menarik untuk pelaku usaha. Pemerintah daerah didorong untuk turut berperan dalam memajukan sektor UMKM Batam.
“Sebagai salah satu pintu masuk wisman terbesar di Indonesia, harusnya sektor UMKM Batam bisa maju, untuk itu perlu pengemasan yang menarik bagi wisman. Saya tadi lihat hasil produk masih terkesan jadul, saya berharap lain kali ke sini saya tertarik untuk membeli. Ini merupakan PR dari pembina di PLUT,” bebernya.
Pelaku usaha juga diminta untuk go digital. Hasil produk UMKM Batam diharapkan bisa bersaing dan menjadi buruan bagi wisman ketika berkunjung ke Batam. Market untuk Batam ditujukan bagi negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.
Pemerintah juga menyediakan portal Semesta.id untuk mendukung UMKM yang siap masuk pasar global, guna memudahkan para buyer dari luar untuk mengakses dan Manarik minat mereka.
Perpres terkait kewirausahaan perlu mencetak lebih banyak lagi pengusaha. Diharapkan UMKM dari kalangan anak muda yang berpendidikan lebih baik. Pemerintah ingin fokus produk berbasis kreatifitas, berbasis inovasi teknologi.
“Saat ini sudah banyak market place yang mendukung kemajuan produk UMKM ke depannya,” sebutnya.
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan pemerintah daerah sangat fokus untuk membesarkan hasil UMKM Batam. Diharapkan ke depan sektor UMKM ini bisa menjadi salah satu sektor bagi peningkatan pendapatan masyarakat daerah.
Pemerintah Kota Batam juga mendukung kemajuan sektor UMKM dengan pembiayaan melalui dana bergulir. Tahun ini pemerintah menyediakan Rp 11 miliar lebih sebagai bantuan modal usaha.
Untuk pengemasan produk diharapkan ke depan semakin baik, dan berkualitas, sehingga bisa menarik wisman untuk membeli oleh-oleh dari Batam. Pasarnya cukup menjanjikan karena setahun jumlah wisman yang masuk bisa mencapai satu juta lebih.
“Kami Pemko Batam sudah pasti mendorong untuk maju, dan meningkatkan pendapatan daerah,” tutupnya. (*)
Reporter : YULITAVIA



