Kamis, 2 April 2026

Menkop UKM Dorong Produk UMKM Berorientasi Ekspor

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Karyawan Alya Layer Cake’s Batam membuat kue lapis legit de­ngan beberapa rasa di Perumahan Eden Park, Batam Center, Minggu (25/4/2021) lalu. F. Iman Wachyudi/ Batam Pos

batampos – Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mengharapkan, melalui Gernas BBI 2022 yang digaungkan dari Batam, Kepri, yang notabene berdekatan dengan Singapura dan Malaysia, semakin banyak produk UKM atau UMKM maupun koperasi yang bisa menembus pasar global.

Untuk itu, Teten meminta pelaku usaha di Kepri maupun wilayah lainnya di Indonesia, menghasilkan produk yang berorientasi ekspor, sehingga bisa memberi kontribusi pasa nilai ekspor Indonesia.

“Di dalam negeri saja kita sudah bersaing sengan produk dari luar, maka produk kita juga harus bersaing di pasar global,” ujar Teten di acara Gernas BBI tersebut.

Agar produk yang dihasilkan bisa bersaing dengan pasar global, pemerintah pusat maupun daerah siap membantu menstandarisasi kualitas agar bisa menembus pasar global.

Salah satu strategis yang dilakukan Menkop UKM adalah menarik buyer internasional ke Kepri, khususnya Batam, sehingga bisa memberikan masukan standar produk yang mereka butuhkan.

“Germas BBI di Kepri ini kita melibatkan 8.490 UMKM unggulan dari tujuh kabupaten/kota. Kita berharap buyer internasional yang datang di ajang promosi ini tertarik,” ujar Teten.

Buyer internasional yang diundang di ajang Gernas BBI 2022 di Kepri ini antara lain dari Malaysia, Singapura, Australia, Vietnam, Thailand, Amerika Serikat, Belanda, dan Uni Emirat Arab.

Teten menjelaskan, untuk menarik minat para buter internasional ini, pihaknya menggelar 75 rangkaian kegiatan di Kepri dan DKI Jakarta yang dibagi dalam enam kluster.

Pertama, perluasan akses pasar. Kedua, peningkatan sumber daya manusia. Ketiga, peningkatan rantai pasok global. Keempat, peningkatan akses pembiayaan. Kelima, market intelligence, dan keenam, digitalisasi produk UMKM.

“Kita ingin UMKM kita ini tak asal menghasilkan produk, namun bingung menjualnya. Makanya, kita bantu menemukan pasarnya dengan membekali mereka kemampuan membaca pasar, baik dalam negeri maupun global,” ujar Tetan.

Termasuk mendampingi para pelaku UMKM agar go digital. Dengan begitu, akan semakin menemukan market global, sebab produk yang dihasilkan bisa diakses para buyer dari berbagai negara.

Sementara itu, Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan yang hadir secara virtual mengatakan, saat ini sudah 20 juta UMKM masuk ke ekosistem digital sejak diluncurkan Gernas BBI ini 14 Mei 2020.

“Sampai Februari 2022 ini, total sudah 20 juta UMKM yang onboarding. Saya berharap diikuti peningkatan nilai transaksi e-commerce,” ujarnya.

Luhut menyebutkan, pada 2023 mendatang, jumlah UMKM yang masuk ke eksosistem digital bisa mencapai 30 juta unit. Untuk itu, ia meminta Menkop UKM dan pemerintah daerah serta kementerian terkait lainnya membantu pelaku UMKM untuk tumbuh dan berkembang, sehingga produk mereka bisa masuk ke pasar global.

Ansar sendiri mengatakan, di Kepri juga ada banyak UMKM yang produknya sudah berorientasi ekspor dan masuk ke ekosistem digital.

Sementara itu, Menteri Ekraf Sandiaga Uno mengatakan, sekarang saatnya masyarakat lebih mencintai produk dalam negeri. Salah satu upayanya adalah memberdayakan dan memajukan UMKM.

“Arahan Pak Presiden, kita harus lebih memaksimalkan produk dalam negeri dan mengupayakan produk kita bisa diminati pasar luar juga,” ujarnya. (*)

REPORTER : AZIS MAULANA

 

UPDATE