Jumat, 23 Januari 2026

Mensos Soroti Kemiskinan Tersembunyi di Batam

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Mensos, Saifullah Yusuf (kanan) memberikan pemaparan saat menjadi narasumber pada Rakernas Apkasi XVII di Aston Hotel, Selasa (20/1). F. Cecep Mulyana/Batam Pos

Industri Tumbuh, Potensi Warga Rentan Tetap Ada

batampos – Kota Batam selama ini kerap diposisikan sebagai etalase keberhasilan industrialisasi nasional. Statusnya sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) membuat Batam identik dengan pertumbuhan ekonomi, arus investasi asing, serta penyerapan tenaga kerja. Namun, di balik citra tersebut, tersimpan persoalan kemiskinan perkotaan yang tidak sepenuhnya tercermin dalam statistik resmi.

Secara administratif, capaian ekonomi Batam kerap dibaca sebagai indikator keberhasilan pembangunan dan perlindungan sosial. Padahal, realitas di lapangan menunjukkan adanya kelompok masyarakat yang hidup dalam kondisi rentan, berada di ambang garis kemiskinan, dan mudah terjerembap ketika terjadi guncangan ekonomi. Kemiskinan perkotaan di Batam kerap bersifat laten—tidak selalu tampak, tetapi nyata dirasakan.

Persoalan itu diakui Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf. Menurutnya, karakter kemiskinan di wilayah perkotaan memang berbeda dengan kemiskinan di pedesaan, sehingga membutuhkan pendekatan penanganan yang juga berbeda.

“Ya jelas beda, kemiskinan di kota dan desa,” kata Saifullah Yusuf saat berada di Batam, Selasa (20/1).

BERITA SELENGKAPNYA BACA DI  harian.batampos.co.id

ReporterArjuna

Update