Kamis, 22 Januari 2026

Menuju Sekolah Masa Depan, PGRI Batam Tekankan Deep Learning

spot_img

Berita Terkait

spot_img

Seminar pendidikan “Transformasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) sebagai Inovasi Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan” dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) serta Hari Guru Nasional (HGN) 2025. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Ratusan guru dan kepala sekolah se-Kota Batam memenuhi Ballroom Hotel Harmoni One, Senin (1/12), untuk mengikuti seminar pendidikan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) serta Hari Guru Nasional (HGN) 2025. Seminar bertema “Transformasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) sebagai Inovasi Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan” ini menjadi penutup rangkaian kegiatan PGRI Kota Batam tahun 2025.

Kegiatan menghadirkan narasumber akademisi pendidikan dan dosen Universitas Riau, Prof. Dr. Firdaus, serta perwakilan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kepri Warsita, dan Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kota Batam Efrius yang hadir mewakili Wali Kota Batam.

Ketua PGRI Kota Batam, Hendri Arulan, mengatakan bahwa seminar ini menjadi ruang refleksi bagi para pendidik untuk memperkuat kualitas pembelajaran di era digital yang berkembang pesat.

Baca Juga: Rayakan Hari Guru, Panbil Group Bersama Sekolah Tanam Ratusan Bibit Pohon

“Guru dan kepala sekolah harus terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Pembelajaran tidak lagi sekadar berfokus pada hafalan, tetapi bagaimana mendorong siswa berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif. Itulah makna dari deep learning,” tegas Hendri.

Menurut Hendri, seminar ini digelar khusus untuk kepala sekolah mulai dari tingkat PAUD hingga SLTA, sebagai bagian dari strategi meningkatkan kapasitas kepemimpinan sekolah.

“Harapan kami, dari seminar ini lahir inovasi dan terobosan baru untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kota Batam. Kepala sekolah harus menjadi penggerak perubahan di satuan pendidikan masing-masing,” ujarnya.

Hendri menjelaskan bahwa seminar ini merupakan kegiatan terakhir dari rangkaian perayaan HUT PGRI ke-80 di Batam. Sebelumnya, telah dilaksanakan beragam kegiatan seperti lomba seni, olahraga antar-guru, pendidikan dan pelatihan (diklat) peningkatan kompetensi guru, senam bersama, serta upacara peringatan HGN dan HUT Korpri.

“Kami ingin momentum HGN dan HUT PGRI bukan hanya seremoni, tetapi benar-benar berdampak bagi peningkatan kualitas pendidikan,” tambahnya.

Narasumber utama, Prof. Firdaus, dalam paparannya menyampaikan bahwa transformasi pembelajaran berbasis deep learning merupakan kebutuhan mendesak guna mengembangkan kompetensi pelajar abad ke-21.

“Mutu pendidikan tidak hanya ditentukan oleh sarana prasarana, tetapi ditentukan oleh kualitas proses belajar di kelas. Pembelajaran mendalam mendorong siswa memahami konsep secara utuh, mampu menganalisis, memecahkan masalah, dan berkolaborasi dalam konteks nyata,” jelasnya.

Menurut Prof. Firdaus, pendekatan deep learning sangat relevan dengan implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan fleksibilitas, pembelajaran berdiferensiasi, dan penilaian formatif. Hal ini juga mendukung pencapaian Profil Pelajar Pancasila.

“Transformasi pembelajaran membutuhkan kepemimpinan instruksional kepala sekolah, budaya kolaboratif antar-guru, serta dukungan kebijakan yang konsisten. Tanpa itu, perubahan hanya menjadi slogan,” tegasnya.

Prof. Firdaus juga menyoroti kondisi pendidikan di Batam yang memiliki karakteristik urban dan mobilitas penduduk tinggi, sehingga kompetisi dan kebutuhan keterampilan masa depan harus diantisipasi lebih cepat.

Beberapa tantangan yang disebutkan antara lain rasio murid dan guru yang berbeda tiap wilayah, masih dominannya metode ceramah, belum optimalnya integrasi teknologi pendidikan, serta minimnya budaya refleksi guru.

“Batam memiliki potensi besar, tetapi transformasi harus dilakukan secara sistematis. Sekolah perlu membangun komunitas belajar profesional (PLC), menerapkan pembelajaran berbasis proyek, dan memanfaatkan teknologi digital termasuk kecerdasan buatan (AI),” terang Prof. Firdaus.

Di akhir acara, PGRI Batam menegaskan komitmennya untuk terus berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui kolaborasi bersama pemerintah daerah dan seluruh satuan pendidikan.

“Kami percaya bahwa guru dan kepala sekolah yang berkualitas akan melahirkan generasi bangsa yang unggul. Transformasi pembelajaran mendalam harus menjadi gerakan bersama,” tutup Hendri. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Update