Selasa, 17 Maret 2026

Meski Harga Naik, Penjualan Bumbu di Batam Tetap Laris Manis

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Warga belanja di Pasar Botania, Batamcentre. F.Iman Wachyudi

batampos – Pedagang bumbu di Batam diserbu pembeli selama tiga hari terakhir. Omset penjualan mereka pun naik dibanding hari biasa, apalagi harga bumbu juga mengalami kenaikan.

Anton, pedagang bumbu di Pasar Botania Batamcenter menyetok bumbu cukup banyak pada perayaan Idul Adha kali ini. Dagangannya pun laris manis diserbu pembeli yang mayoritas kaum ibu-ibu.

“Alhamdulillah untuk bumbu hampir habis. Stok tadi pagi tiga kali lipat dibanding biasa,” ujar Anton.

Dikatakan Anton, harga bumbu yang dijual pun bervariasi, mulai Rp 3000-50.000, tergantung dari pesanan pembeli. Namun saat Hari Raya Idul Adha ini, rata-rata warga membeli kisaran Rp 10.000-20.000 ribu. Paling banyak diburu yakni untuk bumbu rendang dan dendeng.

“Bumbu rendang paling laris manis, kemudian dendeng, dan sup juga ada,” terangnya.

Anton juga mengatakan beberapa hari terakhir harga rempah-rempah yang belum diolah naik. Otomatis harga bumbu jadi itu pun mengalami kenaikan.

“Ada kenaikan harga bumbu juga. Menyiasatinya, takaran bumbu yang biasa dibeli Rp 10 ribu, kami kurangi menjadi takaran Rp 8 ribu,” imbuhnya lagi.

Masih kata Anton, yang paling memberatkan pedagang bumbu saat ini adalah harga cabai yang tinggi. Pihaknya pun harus memutar otak, agar bisa tetap menyiasati dagangan laris manis.

“Ya pandai-pandai saja, takaran cabai dikurangi. Kalau minta tambah, harga tambah juga,” kata Anton.

Tak hanya bumbu, santan segar siap pakai pun diburu masyarakat Kota Batam. Harga pun naik drastis dari Rp 10 ribu per kilogram menjadi Rp 14 ribu per kilogram.

“Sekarang Rp 14 ribu per kilo. Naik sejak dua hari lalu,” ujar Rio karyawan santan siap pakai.

Menurut dia, selain santan siap pakai, warga juga banyak membeli kelapa parut. Biasanya digunakan warga untuk oseng-oseng untuk membuat rendang.

“Alhamdulillah laris manis, untuk pembelian diperkirakan meningkat tiga kali lipat dibanding biasa,” terang Rio.

Tingginya harga bumbu dan komoditi dikeluhkan masyarakar Kota Batam. Banyak warga yang menunda untuk memasak daging hewan kurban dikarenakan harga-harga yang melejit.

“Semua serba naik, masak ditunda dulu. Daging langsung masuk freezer aja,” ujar Tanti warga Nongsa. (*)

 

 

Reporter : Yashinta

SALAM RAMADAN