Kamis, 15 Januari 2026

Meski Sering Tertangkap, Modus Penyelundupan Narkoba dalam Dubur Masih Marak

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kurir Narkoba Batam
OT, kurir narkoba yang menyembunyikan sabu dalam dubur saat ditangkap di Bandara Hang Nadim, Batam. F. Bea Cukai untuk Batam Pos.

batampos – Penyelundupan narkotika lewat dubur kembali marak terjadi di Kepulauan Riau. Kepolisian Daerah (Polda) Kepri mengungkap sedikitnya 10 kasus narkoba yang dibawa dubur sejak awal 2025 hingga Agustus ini.

Tak hanya di jalur internasional, penyelundupan narkotika lewat dubur juga kerap terjadi di jalur domestik.

“Ini sebenarnya modus lama, tapi muncul lagi karena mungkin dianggap bisa mengelabui petugas. Terjadi di jalur domestik juga internasional ,” kata Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Kepri, AKBP Ahmad Suherlan, Senin (4/8).

Baca Juga: Kibarkan Bendera Bajak Laut One Piece, Warga Batam Dapat Pembinaan Polisi

Salah satu pengungkapan dilakukan Subdit II Ditresnarkoba Polda Kepri di Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Pelaku diketahui akan membawa paket narkoba ke Lombok dengan cara memasukkan ke dalam dubur, setelah dibungkus rapat menggunakan latex.

Tak hanya itu, petugas juga menemukan modus serupa dengan menempelkan narkoba ke badan pelaku menggunakan pampers atau pakaian dalam. Ada pula yang memecah narkoba menjadi paket-paket kecil untuk memperkecil risiko tertangkap.

“Kalau bawa banyak langsung, pasti gampang ketahuan. Jadi mereka pecah-pecah dan kirim pakai kurir. Akhirnya satu kasus bisa banyak tersangka,” ujar Suherlan.

Baca Juga: Beri Efek Jera dan Edukasi ,Sat Lantas Tilang 33 Pengendara Motor

Hanya dalam 28 hari sepanjang Juli 2025, penyidik Ditresnarkoba mengungkap 24 kasus dengan total 37 tersangka. Menurut Suherlan, pengungkapan ini menunjukkan bahwa pola distribusi narkoba kini semakin terorganisasi, dengan pelaku berperan sebagai kurir, perantara, hingga penyimpan.

“Untuk kasus narkotika yang berhasil diungkap sepanjang Juli ada 24 kasus. Modusnya beragam, total tersangka 37 orang,” jelasnya.

Polda Kepri menyatakan akan terus memperkuat sinergi dengan instansi penegak hukum lainnya untuk menekan peredaran narkoba yang belakangan ini kembali meningkat, khususnya menjelang akhir tahun. (*)

 

Reporter: Yashinta

Update