
batampos – Ketika perekonomian global masih dibayangi pengetatan likuiditas, perlambatan manufaktur, serta reposisi rantai pasok dunia, Batam justru mencatat capaian yang melampaui ekspektasi. Sepanjang 2025, realisasi investasi riil di kota industri ini mencapai Rp69,30 triliun, atau sekitar 15 persen di atas target tahunan sebesar Rp60 triliun.
Di atas kertas, capaian tersebut tampak impresif. Angka itu merefleksikan aktivitas ekonomi yang benar-benar bergerak di lapangan: belanja modal industri meningkat, mesin dan fasilitas produksi bertambah, serta kapasitas usaha pelaku industri mengalami pendalaman atau capital deepening.
Namun, pertanyaan kunci tetap mengemuka. Seberapa berkelanjutan momentum ini di tengah tekanan global? Apakah investasi yang masuk telah mengakar pada ekonomi lokal melalui penyerapan tenaga kerja, penguatan UMKM, dan peningkatan nilai tambah? Atau, justru masih bertumpu pada ekspansi terbatas yang rentan terhadap guncangan eksternal?
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, Eko Aprianto, tak menampik bahwa perekonomian Batam menunjukkan tren yang solid sepanjang 2025. Berdasarkan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), pertumbuhan ekonomi Batam tercatat sebesar 5,17 persen pada Triwulan I, meningkat menjadi 6,66 persen pada Triwulan II, dan mencapai puncak 6,89 persen pada Triwulan III 2025 secara year on year (y-on-y).
BACA SELENGKAPNYA DI harian.batampos.co.id



