
batampos – Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam terus melakukan pergantian kabel penerangan jalan umum (PJU) yang dicuri dengan kabel berbahan aluminium. Langkah ini diambil untuk meminimalkan pencurian, karena kabel aluminium memiliki nilai ekonomi lebih rendah dibandingkan kabel tembaga.
Kepala Bidang PJU DBMSDA Kota Batam, Kukuk, mengatakan pencurian kabel PJU di dalam tiang masih terus terjadi, termasuk di sepanjang Jalan Raja Isa. Akibatnya, lampu jalan padam dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Mulai ada yang hilang lagi, kabel yang ada di dalam tiang. Kami memahami keluhan warga dan segera melakukan perbaikan bertahap,” ujarnya.
Sebagai solusi, Kukuk menyebut pihaknya mengganti kabel yang dicuri dengan kabel aluminium.
Baca Juga: Saksi dari Propam Polda Kepri Sebut Kasat Satria Nanda Beri Perintah Bersih Bersih
“Sementara ini, yang dicuri kita ganti ke aluminium. Kalau semua langsung diganti, tidak cukup materialnya. Selain itu, kabel aluminium tidak terlalu bernilai di pasaran, sehingga diharapkan bisa mengurangi aksi pencurian,” jelasnya.
Saat ini, lanjutnya, sekitar 30 persen kabel PJU di Batam sudah diganti dengan bahan aluminium. Pihak DBMSDA berencana untuk mengganti seluruh kabel PJU dengan bahan tersebut.
“Kalau melihat kondisi seperti ini, bakal 100 persen nantinya,” pungkas Kukuk.
Pencurian kabel PJU bukan kejadian baru di Batam. Selain merugikan pemerintah, pencurian ini juga berdampak pada keselamatan warga karena menyebabkan jalan gelap di malam hari.
Warga berharap langkah penggantian kabel ini dapat mengurangi pencurian dan diiringi dengan pengamanan tambahan, seperti patroli rutin atau pemasangan pengaman di tiang PJU, agar kejadian serupa tidak terus berulang.
“Harus ada patroli rutin, CCTv di pusat kota juga harus ditambah, ” ujar Wayan, salah seorang warga.
Baca Juga: Dukungan Program Ketahanan Pangan, WBP Lapas Batam Dibekali Metode Pembuatan Pupuk Organik
Ari, salah warga lainnya yang sering melintas di jalan itu, mengaku resah dengan kondisi tersebut. Ia mengatakan bahwa tanpa lampu PJU, jarak pandang menjadi terbatas dan rawan kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua.
“Kalau malam gelap sekali, apalagi banyak kendaraan besar yang lewat sini. Kami khawatir terjadi kecelakaan karena pengendara sulit melihat jalan dengan jelas,” ujarnya.
Keluhan serupa juga disampaikan Dian, seorang pengendara motor yang hampir mengalami kecelakaan akibat minimnya penerangan. Menurutnya, tanpa lampu PJU, pengendara tidak bisa melihat lubang jalan atau kendaraan lain dengan jelas.
“Saya pernah hampir menabrak motor di depan karena gelap, tidak terlihat jelas. Kadang ada juga yang ngebut, kalau gelap begini jadi bahaya. Semoga cepat diperbaiki,” katanya. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



