Selasa, 17 Maret 2026

Minyak Goreng Curah Masih jadi Primadona

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi minyak goreng curah. Foto: Jawapos.com

batampos – Minyak goreng curah masih banyak diburu dan menjadi primadona masyarakat Kota Batam, terutama para pedagang. Namun sayang, keberadaan minyak goreng seharga Rp 14.000 per liter ini masih sulit ditemui di sejumlah pasar.

Seperti yang terpantau di Pasar Botania 1, Batam Center, hanya beberapa pedagang yang menyediakan minyak goreng curah. Jumlahnya pun sangat terbatas.

”Kemarin di sini ada jual tapi tak banyak. Sekarang stok kami lagi kosong,” ujar Agus, karyawan toko sembako di pasar tersebut.

Diakuinya bahwa peminat minyak goreng curah lumayan banyak, terutama pedagang gorengan. Rata-rata yang datang membeli minyak goreng curah membawa jeriken.

”Kebanyakan belinya sampai 5 liter atau 10 liter. Mungkin Senin depan stok sudah ada lagi,” terangnya.

Tanti, pedagang gorengan di Botania, mengaku terbantu dengan adanya minyak goreng curah. Sebab, perbedaan harga dibanding minyak goreng kemasan cukup jauh, antara Rp 3.000-7.000 per liter.

”Sedangkan kalau sekali mengoreng saya bisa habiskan 4 -6 liter. Kalau minyak hitam ya dibuang, karena merusak warna gorengan,” ujarnya.

Namun, lanjut Tanti, karena minyak goreng curah banyak diburu, maka ketersediaannya di toko sembako pun cepat habis. Bahkan, banyak toko kelontong yang masih belum menjual minyal goreng curah.

”Ada yang jual, cuma stoknya tak banyak karena banyak juga yang minat. Kebanyakan pedagang sembako jual yang kemasan bantal atau kemasan, curah jarang sih,” ungkapnya.

Lioni, penjual makanan di wilayah Nongsa mengaku membeli minyak goreng curah secara online di marketplace Facebook. Di sana, menurutnya, harganya masih wajar dan mudah ditemui daripada di pasar.

”Beli di online lebih gampang, harganya juga sama,” imbuhnya.

Beberapa waktu lalu, Ketua Asosiasi Distributor Bahan Pokok Batam, Aryanto, mengatakan, stok minyak goreng curah sampai saat ini masih aman.

Namun, untuk penyalurannya memang berdasarkan permintaan dari pedagang atau retail modern.

Disinggung kenapa minyak goreng curah langka di wilayah Batam Center dan Nongsa, menurut Aryanto karena peminat minyak goreng curah di kawasan tersebut cukup tinggi.

Namun, ada juga sebagian warga di wilayah Batam Center yang lebih berminat membeli minyak goreng kemasan. Menurut dia, penyaluran minyak goreng curah dilakukan apabila ada permintaan dari pedagang.

”Itu tentunya setelah melihat antusias warga yang ingin membeli minyak goreng curah juga,” katanya.(*)

Reporter: Yashinta

SALAM RAMADAN