Kamis, 2 April 2026

Minyak Goreng Terlampau Mahal, Ibu Rumah Tangga dan Pedagang Makanan Menjerit

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Salah seorang warga melihat minyak goreng di salah satu retail modern. Saat ini harga minyak goreng di Batam kembali naik setelah pemerintah mencabut subsidi. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Minyak goreng masih jadi perbincangan hangat masyarakat di Kota Batam karena harganya yang terus meroket. Masyarkat khususnya kaum ibu-ibu dan perdagangan makanan siap saji semakin kewalahan karena dihadapkan dengan pilihan yang sulit.

Mereka hanya bisa berharap agar situasi yang tak bagus ini segera ditangani oleh pemerintah. Harga eceran tertinggi diharapkan kembali diterapkan untuk menekan lonjakan harga minyak goreng tersebut.

“Semakin sulit masyarakat dibuatnya. Ini karena tak adalah harga eceran tertinggi makanya harga naik terus. Tolonglah ini diperhatikan. Ini masalah serius karena kebutuhan pokok bagi kami ibu-ibu di rumah,” ujar Lisnawati, warga Puskopkar, Batuaji.

Senada disampaikan oleh Usman, pedagang makanan ringan di Marina, lonjakan harga minyak goreng membuatnya kewalahan. Dia berjualan goreng dan sejenisnya yang memang membutuhkan minyak goreng. Akibatnya keuntungan yang didapat sangat sedikit sebab haru mengeluarkan biaya yang lebih lagi untuk minyak beli goreng.

“Sehari bisa habis dua liter. Nah dua liter sekarang sudah Rp 50 Ribu. Berapa banyaklah gorengan ini per hari yang terjual. Kalau begini terus bisa gulung tikar semua kami pedagang kecil ini. Tolonglah ini diperhatikan supaya tak memberatkan masyarakat,” katanya.

Begitu juga dengan Sumiati, pemilik warung makan di Tanjunguncang. Jika kenaikan harga minyak goreng ini tidak segera ditangani maka akan berdampak dengan kenaikan harga makanan di warung makan ataupun pusat kuliner lainnya.

“Ya karena usaha warung ini membutuhkan banyak minyak goreng. Kalau harganya tinggi tentu akan berdampak juga dengan harga jual porsi makanan nantinya. Ini harus segera diatasi,” harapnya.

Di lapangan, rata-rata pedagang memang menjual minyak goreng Rp 25 ribu per liter, Senin (21/3). Itu sesuai dengan harga dari grosir. Pedagang tak bisa berbuat banyak sebab harga dari grosir memang sudah tinggi. (*)

Reporter : Eusebius Sara

UPDATE