
batampos – Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kepri bersama BTN Syariah meluncurkan program Tambahan Modal Usaha (TAMU) dan Program Wakaf Qurban. Program ini diluncurkan di Kopi Dari Hati Premium, Selasa (21/12) kemarin.
Branch Manager ACT Kepri, Rahmat Hidayat mengatakan, untuk program TAMU ditujukan untuk UMKM sektor Mikro. Target dari program ini, diharapkan bisa menyentuh masyarakat Kota Batam yang mempunyai usaha, khususnya di UMKM agar bisa berkembang.
“Program TAMU ini tidak membebankan pengembalian dengan tambahan suku bunga. Jadi memang flat untuk pengembaliannya,” ujar Rahmat.
Sementara untuk Program Wakaf Qurban, ACT Kepri mengikuti sistem yang ada di BTN Syariah. Sehingga, pelaksanaannya akan lebih mudah kedepannya.
Ia menjelaskan, untuk Program TAMU, ACT Kepri menargetkan 1.000 UMKM yang ada di Batam. Sehingga UMKM itu nanti akan mendapatkan subsidi, baik dari sektor tempat ibadah maupun korporasi.
“Untuk jumlahnya kita mulai Rp 2 juta. Pengembaliannya sistemnya bersifat periode, kita maksimal 1 tahun. Juga bisa 6 bulan ataupun bisa lebih pendek lagi. 3 atau 4 bulan,” jelasnya.
Ia menambahkan, Program TAMU maupun Wakaf Qurban ini diberikan kepada para pengusaha Mikro yang sudah memenuhi syarat. Salah satunya, usaha itu telah beroperasi selama enam sampai dengan satu tahun.
“Program TAMU ini diberi ke pengemudi online dan jamaah masjid. Kalau memang diluar konteks pengemudi online dan jamaah masjid, dia bisa juga mendatang ke ACT. Setelah itu, tahapan selanjutnya kami observasi kelayakan. Kalau memang layak, dananya kita berikan ke UMKM tersebut,” imbunnya.
Kepala BTN Syariah Cabang Batam, Chawari Ata Nasrulloh mengatakan, dengan adanya Program TAMU dan Wakaf Qurban, BTN Syariah menyediakan sistem pembayaran dengan Virtual Account. Sehingga nantinya, donatur dari ACT bisa menggunakan Virtual Account itu untuk melakukan pembayaran secara berkala.
“Misalnya ada 10 bulan untuk program Wakaf Wurban. Setiap bulannya, donatur itu memberikan pembayaran,” katanya.
Kemudian untuk program TAMU, kata Ata, BTN Syariah memfasilitasi dua sistem. Pertama, dari donaturnya yang hendak menyumbangkan donasinya dengan mempunyai nomor Virtual Account.
“Jadi setiap bulan, misalkan pengen Rp 500 ribu, jadi setiap bulan dengan metode Virtual Account tadi bisa melalui transfer, loket teller ataupun mobile banking bisa dilakukan,” jelasnya.
Kemudian, penerima manfaat dalam Program TAMU, pengembalian ke ACT juga dilakukan dengan melalui Virtual Account. Dimana, pembayaran itu sudah dijadwalkan setiap bulannya cukup dengan nomor Virtual Account tersebut.
Ia menambahkan, selama ini BTN Syariah sudah ada produk untuk mendukung pembayaran melalui Virtual Account ini. Bekerjasama dengan lembaga pendidikan, seperti kampus maupun sekolah untuk pembayaran uang SPP dan lainnya.
“Namun melihat potensi dan animo di Batam khususnya kita mengawali untuk program ini dengan lembaga ACT ini,” katanya.
Ia berharap program ini bisa dilanjutkan ke tingkat nasional sehingga bisa menjadi program nasional.
“Karena ini sangat dibutuhkan dan jaman sudah digital. Semua orang pegang hape dan semua orang punya mobile banking. Mau tak mau kita harus bisa memfasilitasi,” imbuhnya. (*)
Reporter : Eggi Idriansyah



