Sabtu, 24 Januari 2026

Mr X Korban Laka Lantas yang Kritis di RSUD Embung Fatimah Meninggal Dunia

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Mr. X, korban laka lantas yang sempat kritis sudah meninggal dunia dan jenazahnya masih di RSUD. Foto: Ellin untuk Batam Pos

batampos – Seorang pria tanpa identitas, yang sebelumnya mengalami kecelakaan lalu lintas dan sempat dirawat dalam kondisi kritis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah, Batuaji, akhirnya meninggal dunia. Pria yang disebut sebagai Mr. X ini mengembuskan napas terakhirnya setelah menjalani perawatan intensif sejak Sabtu (15/3).

Hingga saat ini, jasad korban masih berada di kamar jenazah RSUD Embung Fatimah. Pihak rumah sakit belum menemukan keluarga atau kerabat yang mengenalinya. Karena tidak membawa identitas saat ditemukan, upaya pencarian pihak keluarga masih terus dilakukan.

Mr. X dibawa ke rumah sakit dalam kondisi koma dan mengalami pendarahan hebat akibat benturan keras. Meskipun tim medis telah memberikan penanganan maksimal di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan Unit Perawatan Intensif (ICU), nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Humas RSUD Embung Fatimah, Ellin Sumarni, mengungkapkan bahwa pasien telah mendapatkan perawatan sesuai prosedur medis yang berlaku. Namun, karena tidak adanya identitas atau keluarga yang datang, rumah sakit mengalami kesulitan dalam mengambil keputusan medis tertentu yang memerlukan persetujuan pihak keluarga.

“Kami telah melakukan berbagai upaya medis, termasuk pemeriksaan CT scan dan tindakan intensif lainnya. Namun, kondisi pasien memang sangat kritis sejak awal. Kami berharap ada pihak yang mengenali korban dan bisa memberi informasi kepada keluarganya,” ujar Ellin.

Sebelumnya, Mr. X ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri oleh pengguna jalan yang kemudian membawanya ke RSUD Embung Fatimah. Pria tersebut menjadi korban kecelakaan lalu lintas pada Sabtu (15/3) dini hari di kawasan Batuaji. Namun, hingga saat ini, belum ada saksi yang mengetahui pasti bagaimana kecelakaan itu terjadi atau siapa yang bertanggung jawab.

Pihak rumah sakit masih berusaha mencari informasi lebih lanjut mengenai identitas korban. Jika hingga Rabu (19/3) tidak ada keluarga yang datang, pihak berwenang akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan pemakaman jenazah oleh pemerintah daerah.

Masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri pria dewasa yang mengalami kecelakaan pada tanggal tersebut diimbau untuk segera menghubungi RSUD Embung Fatimah atau kepolisian setempat. (*)

 

Reporter: Eusebius Sara

 

 

Update