
batampos – Langkah dan program strategis diambil oleh Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi untuk membuat iklim investasi di Batam sesuai dengan koridor yang ditetapkan.
Selain merancang dan menjalankan program yang mampu menarik minat investor, kegigihan Muhammad Rudi dalam meningkatkan investasi juga ditempuh dengan melakukan strategi jemput bola, yakni mendatangi langsung para calon investor.
Selain itu, BP Batam juga aktif dalam membangun jejaring serta aktif dalam berbagai forum yang mempertemukan para investor. Hal inilah yang membuat Batam mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Pertumbuhan ekonomi Kota Batam tahun 2021 tumbuh sebesar 4,75 persen, dengan total nilai investasi mencapai 1,02 miliar USD.
“Pertumbuhan ini lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi Kepri dan nasional. Tentunya pencapaian positif ini harus kita pertahankan dan bila perlu kita tingkatkan lagi,” ujarnya.
Keberhasilan yang telah diraih di tahun 2021 merupakan modal penting saat melangkah di tahun 2022.
Mempertahankan dan meningkatkan realisasi investasi menjadi pekerjaan pokok yang harus dikerjakan oleh BP Batam. Perlahan namun pasti, perekonomian kembali merangkak naik.
Sebuah momentum yang dapat digunakan untuk menarik lebih banyak investor untuk berbondong-bondong berinvestasi di Batam. Upaya Muhammad Rudi untuk semakin menggairahkan investasi di Batam pada tahun ini sudah dicanangkan dengan matang.
“Keberadaan BP Batam tidak semata-mata menjadi regulator, tetapi juga fasilitator yang menjadi media penghubung antara investor dengan kebutuhan pasar dan masyarakat Batam,” kata Rudi.
Saat ini BP Batam tengah mempersiapkan untuk memasuki era baru energi ramah lingkungan atau energi terbarukan.
Kepala Biro Humas, Promosi, dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan peluang investasi energi baru dan terbarukan (EBT) di Batam masih terbuka lebar bagi para investor, baik domestik maupun asing. Oleh sebab itu, pihaknya senantiasa menawarkan untuk investor bisa masuk ke sektor EBT.
“BP Batam akan mendorong tercapainya target penggunaan energi terbarukan sejalan dengan program pemerintah untuk pembangunan yang berkelanjutan,” kata Ariastuty.
Batam saat ini menjadi daya tarik bagi perusahaan energi terbarukan, karena memiliki industri sebagai konsumen. Kemudian, memiliki jaringan distribusi energi ke Pulau Bintan, yang juga masuk dalam daerah Free Trade Zone (FTZ) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) serta potensi kebutuhan energi terbarukan di negara terdekat Singapura.
Atas kebutuhan energi saat ini dan ke depan, BP Batam telah menandatangi Nota Kesepahaman dengan 2 perusahaan dalam dan luar negeri pada 2021 lalu.
Namun, nota Kesepahaman tersebut belum mengikat. Artinya, masih memungkinkan bilamana ada perusahaan lain yang serius berinvestasi untuk energi terbarukan.
Pihaknya akan memberikan kemudahan akses penelitian atau kajian maupun perizinan pembangunan PLTS terapung tersebut sebagai upaya untuk memajukan investasi di Batam.
Dimana, Batam memiliki 7 Waduk yang dapat dimanfaatkan yang berada dibawah naungan BP Batam.
“BP Batam sangat terbuka untuk mendengarkan berbagai penawaran investasi energi terbarukan ini dari para calon investor manapun. Mari kita bersinergi bangun Batam melalui investasi energi terbarukan untuk masa depan yang lebih baik,” tutup Ariastuty. (*)
REPORTER : EGGI IDRIANSYAH



