Selasa, 13 Januari 2026

Murid SD di Batam Meninggal Akibat Diabetes, Dinkes: Bukan Hanya Serang Anak Obesitas

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam Didi Kusmarjadi.

batampos – Seorang anak kelas 3 SD di kawasan Sekupang, Kota Batam, meninggal dunia akibat diabetes. Anak tersebut diketahui berbadan kurus, berbeda dengan anggapan umum bahwa penyakit diabetes hanya menyerang anak dengan obesitas.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, dr. Didi Kusmarjadi, menegaskan bahwa diabetes pada anak tidak selalu identik dengan berat badan berlebih. Kasus yang menimpa anak di Sekupang ini mengarah pada Diabetes Mellitus (DM) Tipe 1, yang memang lebih sering menyerang anak dengan tubuh kurus atau berat badan normal.

“Banyak orang mengira diabetes hanya menyerang anak obesitas, padahal anak kurus pun bisa terkena diabetes, terutama Diabetes Tipe 1. Penyakit ini disebabkan kerusakan sel β pankreas akibat proses autoimun, sehingga pankreas tidak mampu memproduksi insulin,” jelas Didi, Rabu (20/8).

Baca Juga: Tabrak Pengendara Motor hingga Tewas, Sopir Nissan GT-R Belum Ditetapkan Tersangka

Ia menjelaskan, gejala khas DM Tipe 1 pada anak adalah sering merasa haus, sering kencing, cepat lapar, namun berat badan tetap menurun. Kondisi ini berbeda dengan DM Tipe 2 yang lebih banyak terjadi pada anak obesitas akibat resistensi insulin.

Menurut data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), prevalensi DM Tipe 1 pada anak di Indonesia meningkat tajam dari 0,028 per 100.000 jiwa pada 2010 menjadi sekitar 2 per 100.000 jiwa pada 2023. Total kasus yang dilaporkan mencapai 1.645 anak. Sementara itu, data Riskesdas 2019 menunjukkan sekitar 0,004 persen kasus diabetes di Indonesia terjadi pada kelompok usia 5–14 tahun.

“Untuk di Batam, data spesifik diabetes anak masih kita kumpulkan. Nanti akan kita sampaikan secara resmi,” ujarnya.

Didi mengingatkan orang tua untuk mewaspadai gejala sejak dini sekaligus mencegah risiko diabetes pada anak. Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga pola makan sehat, menghindari konsumsi tinggi gula sederhana seperti permen, minuman manis, dan kue kemasan, serta memperbanyak konsumsi sayur, buah, protein sehat, dan karbohidrat kompleks.

Baca Juga: Pembangunan Pustu di Sagulung Kota Dipastikan Jalan, Warga Sudah Beri Persetujuan

Selain itu, anak dianjurkan aktif bergerak minimal 60 menit per hari, mengendalikan berat badan, mengurangi waktu layar (screen time), serta melakukan pemeriksaan gula darah bila ada riwayat keluarga dengan diabetes.

“Diabetes pada anak memang kecil proporsinya, tapi dampaknya sangat serius. Orang tua perlu lebih peka terhadap gejalanya agar bisa segera mendapat penanganan medis,” pungkasnya. (*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Update