
batampos – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam melakukan penelusuran dan pengetesan sekaligus perawatan (tracing, testing,dan treatment/3T) terhadap kontak erat 10 pasien Covid-19, beberapa hari lalu.
Penelusuran kontak juga dilakukan terhadap murid SDN 003 Batuampar, yang salah satunya dinyatakan sebagai 10 pasien tersebut. Kepala Dinkes Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan, di lingkungan sekolah sudah dilakukan 3T sebagai langkah memutus mata rantai sedini
mungkin.
Tim kesehatan langsung menelusuri kontak erat pasien pada 18 Januari lalu. Mereka yang berkontak erat langsung, dilakukan tes antigen.
”Jumlah sampel yang diambil untuk pemeriksaaan antigen adalah 67 orang, dengan hasil yakni satu positif dan 66 negatif. Itu sudah ditangani dengan baik,” kata Didi.
Didi menjelaskan, untuk proses belajar tatap muka di sekolah tersebut, pihaknya mengambil kebijakan hanya meliburkan kelas yang ada siswa terpapar Covid-19 selama lima hari.
Hal ini sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang dikeluarkan Tim Satgas Pusat.
”Kalau kurang dari 5 persen, dan hanya lokal atau kelasnya saja yang diliburkan 5 hari untuk entry (pengambilan sampel) dan exit (hasil) antigen,” jelasnya.
Didi mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada sekolah terkait hal ini. Dinkes tidak bisa asal mengeluarkan rekomendasi untuk menutup sekolah di luar prosedur yang dikeluarkan.
”Semua ada prosedurnya. Jadi tidak main tutup aja. Sekolah tidak tutup dan tetap melanjutkan PTM, yang kami liburkan hanya kelasnya saja
yang terpapar,” imbuhnya.
Merujuk pada data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam hingga Minggu (23/1/2022), terdapat 17 pasien yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.
Jumlah itu bertambah empat pasien dibanding Sabtu (22/1/2022), di mana jumlah pasien tercatat 13 orang. Adapun, 17 pasien tersebut tersebar di empat kecamatan, yakni:
1. Batuampar
2. Batam Kota
3. Lubukbaja
4. Bengkong.
Di Batuampar terdapat 10 pasien dan menyebar di dua kelurahan yakni Tanjungsengkuang dengan 8 pasien dan 2 pasien berada di Kelurahan
Sungai Jodoh.
Kemudian, Batam Kota terdapat 5 pasien yang berada di Kelurahan Baloi Permai sebanyak 3 pasien dan Kelurahan Belian 2 pasien. Selanjutnya, di Lubukbaja terdapat satu pasien yang merupakan warga Kelurahan Kampung Pelita.
Selain itu, penambahan juga terdapat di Kecamatan Bengkong dengan jumlah satu pasien yang berada di Kelurahan Bengkong Laut. Dengan masih adanya pasien tersebut, empat kecamatan itu ditetapkan sebagai zona kuning.
Reporter: Yulitavia



