
batampos – Pergerakan penumpang kapal laut selama periode Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di wilayah kerja BP Batam berlangsung relatif terkendali. Kondisi ini menjadi modal awal bagi BP Batam untuk memperkuat kesiapan menghadapi angkutan lebaran 2026 yang diperkirakan akan menyedot arus penumpang jauh lebih besar.
Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam, Benny Syahroni, menyebut, dominasi pergerakan penumpang internasional selama periode Nataru menunjukkan adanya pergeseran pola mobilitas masyarakat. Jarak waktu pelaksanaan Nataru yang berdekatan dengan angkutan lebaran 2026 dinilai memengaruhi keputusan masyarakat untuk menunda aktivitas mudik domestik.
“Kondisi ini mendorong masyarakat memilih untuk melaksanakan mudik pada periode Angkutan Lebaran 2026. Karena itu, pergerakan penumpang domestik pada momen Nataru relatif lebih terkendali,” katanya, Jumat (2/1).
Baca Juga: Harga Pertamax dan Dex Series Turun, Harga BBM di Batam Lebih Murah
Berdasarkan data realisasi hingga H1+5 atau per 30 Desember 2025 lalu, pergerakan penumpang rute internasional tercatat mencapai 316.236 orang atau meningkat 22 persen dibandingkan periode Nataru 2024. Lonjakan tertinggi terjadi pada penumpang berangkat yang tumbuh 30 persen, sementara penumpang datang meningkat 15 persen, terutama pada rute Singapura dan Malaysia.
Sementara itu, pergerakan penumpang rute domestik tercatat sebanyak 205.487 orang atau meningkat 6,7 persen dibandingkan periode Nataru sebelumnya. Penumpang berangkat melalui terminal domestik mencapai 107.209 orang atau tumbuh 5,3 persen, sedangkan penumpang datang tercatat 98.278 orang atau meningkat 8 persen.
Untuk menjaga kelancaran arus penumpang, BP Batam terus berkoordinasi dengan agen pelayaran guna menyiapkan penambahan armada kapal, baik domestik maupun internasional. Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi potensi lonjakan penumpang pada puncak arus Nataru maupun periode berikutnya.
Selain itu, BP Batam mengoperasikan Posko Angkutan Laut Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di seluruh terminal ferry domestik dan internasional sebagai pusat koordinasi lintas instansi. Seluruh sistem CCTV pelabuhan juga telah terintegrasi dengan Pusat Informasi Transportasi (PUSINTRANS) Kementerian Perhubungan untuk mendukung pemantauan arus penumpang secara real time.
“Peningkatan arus penumpang terjadi pada 25 Desember 2025 dan kami prediksikan kembali terjadi pada 4 Januari 2026. Namun lonjakan ini dapat kami kelola dengan baik melalui koordinasi lintas instansi, kesiapan armada, serta penerapan digitalisasi e-ticketing,” kata Benny.
Baca Juga: Kapolresta Barelang Siap Tuntaskan Kasus Menonjol dan Hadapi Era KUHP Baru
Sebelumnya, Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan, evaluasi akan terus dilakukan hingga berakhirnya periode Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Evaluasi tersebut menjadi dasar dalam memperkuat kesiapan menghadapi Angkutan Lebaran 2026.
“Pengalaman selama Nataru ini menjadi bahan evaluasi untuk memastikan kesiapan infrastruktur, layanan, dan sistem pendukung operasional ke depan. Dengan persiapan yang lebih matang, kami berharap pelayanan kepelabuhanan pada Angkutan Lebaran 2026 dapat berjalan lebih optimal, aman, dan terkendali,” ujar dia. (*)



