
batampos – Aktivitas lalu lintas kapal ferry di perairan Bengkong dikeluhkan nelayan karena dinilai semakin padat dan membahayakan. Aspirasi ini mencuat dalam kegiatan Jumat Curhat Kamtibmas Polresta Barelang di Tanjung Buntung, Jumat (10/4).
Ketua Himpunan Kelompok Bersama Nelayan Bengkong, Sahriyal Edi, menyebut kapal-kapal ferry kerap melintas dengan kecepatan tinggi di area tangkapan nelayan. Kondisi tersebut membuat nelayan kecil harus menghindar dan menghentikan aktivitas melaut demi keselamatan.
“Arus kapal sangat padat dan berisiko. Kami berharap ada pengaturan jalur yang lebih aman bagi nelayan,” ujarnya.
Selain ancaman tabrakan, nelayan juga menyoroti minimnya perlengkapan keselamatan. Mereka mengusulkan bantuan seperti life jacket untuk mengantisipasi kondisi darurat di laut.
Menanggapi hal tersebut, Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono menegaskan pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk otoritas pelabuhan, guna menata lalu lintas kapal di wilayah tersebut.
“Kami akan koordinasikan dengan KSOP agar jalur pelayaran lebih tertib dan tidak membahayakan nelayan,” tegasnya.
Ia menambahkan, keselamatan nelayan menjadi perhatian penting, sehingga diperlukan sinergi lintas instansi untuk menciptakan aktivitas pelayaran yang aman dan terkendali.
Melalui forum ini, nelayan berharap ada langkah konkret, mulai dari penataan jalur hingga peningkatan pengawasan di perairan Bengkong, agar risiko kecelakaan dapat ditekan.(*)



