
batampos – Seorang nelayan di Dapur 12, Sagulung, ditemukan meninggal dunia setelah dilaporkan tenggelam di perairan Dapur 12, Selasa (27/5) pagi. Kondisi cuaca yang kurang bersahabat diduga menjadi salah satu pemicu musibah tersebut.
Kepala Kantor dan Pencarian Tanjung Pinang melalui Danpos Basarnas Batam, Dedius Sembiring, menjelaskan pihaknya menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 06.40 WIB terkait adanya nelayan yang tenggelam di laut Dapur 12.
Tim SAR yang terdiri dari enam personel langsung diberangkatkan ke lokasi menggunakan Rescue Car D-Max dan satu unit rubber boat berikut perlengkapan operasi lainnya.
“Estimasi perjalanan dan persiapan alat sekitar satu jam dari Sekupang,” ujar Dedius.
Namun sebelum tim tiba di lokasi, warga sekitar berhasil menemukan korban terlebih dahulu. Sekitar pukul 07.55 WIB, Basarnas kembali menerima informasi bahwa korban telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan langsung dibawa ke rumah sakit.
“Tim SAR tiba di lokasi sekitar pukul 08.15 WIB dan saat itu korban sudah dievakuasi warga,” jelasnya.
Dari laporan cuaca di lokasi kejadian, angin tercatat berhembus dari arah barat dengan kecepatan 1 hingga 9 knot. Arah arus laut menuju ke timur dengan gelombang berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter.
Kondisi ini disebut cukup membahayakan, terutama bagi nelayan yang menggunakan perahu kecil dan tidak dilengkapi peralatan keselamatan memadai.
“Korban ditemukan di titik koordinat 1°0’26.28″N 103°58’8.03″E, dan sudah dimakamkan di pemakaman umum Kampung Tua Dapur 12,” kata Dedius.
Menanggapi kejadian ini, Dedius mengimbau para nelayan dan masyarakat pesisir untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut, terutama saat cuaca tidak menentu.
“Kami imbau nelayan agar selalu membawa perlengkapan keselamatan seperti pelampung, dan mengecek prakiraan cuaca sebelum berangkat. Keselamatan adalah prioritas utama,” tegasnya. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



