
batampos – Masyarakat Batuaji dan Sagulung banyak menaruh harapan dengan rencana pembangunan kota Batam di tahun 2025 mendatang. Ada banyak perbaikan dan peningkatan fasilitas yang diperlukan di wilayah berpenduduk padat ini.
Catatan harapan masyarakat yang pernah diliput Batam Pos sebelumnya cukup banyak. Selain menantikan kelanjutan proyek jalan lima lajur dan normalisasi drainase, masyarakat di sana juga menantikan kelanjutan penataan simpang Basecamp dan simpang Barelang.
Akses jalan dua persimpangan ini sudah dilebarkan jadi lima lajur oleh Pemko Batam sebelumnya, hanya saja penataan bundaran dan air mancur yang direncanakan dari awal belum tuntas. Berharap ini dirampungkan diprogram peningkatan fasilitas jalan umum di tahun 2025 nanti.
“Biar cantik Batuaji dan Sagulung ini. Dua persimpangan ini wajahnya Batuaji dan Sagulung, ” kata Sunardi, tokoh masyarakat di Tembesi, Kecamatan Sagulung.
Selanjutnya ada permintaan penambahan halte bus di sepanjang jalan Marina City dan juga zona selamat sekolah di lokasi sekolah yang berbatasan langsung dengan jalan raya.
Di Batuaji dan Sagulung cukup banyak sekolah yang berada di pinggir jalan utama. Aktifitas para siswa dan murid jadi tidak nyaman karena saat keluar sekolah langsung berhadapan dengan padatnya hilir mudik kendaraan di ruas jalan utama. SDN 02 dan SDN 08 Sagulung misalkan tepat berada di pinggir jalan Brigjen Katamso, Batuaji.
Orangtua wali murid sudah menyuarakan hal ini dan berharap agar pemerintah memberikan perhatian yang lebih untuk menjamin keamanan dan keselamatan para murid ataupun orangtua yang antar dan jemput anaknya.
“Bahaya memang karena keluar gebang langsung ke jalan raya. Semoga ada solusi kedepannya untuk keamanan dan kenyamanan anak-anak ini, ” ujar Sulastri, orang tua wali murid SDN 02.
Kepala SDN 008 Sarino membenarkan persoalan ini. Bersama pihak SDN 001, mereka sudah menyampaikan permasalahan ini ke Musrenbang Kecamatan Sagulung sebelumnya. Mereka berharap ada perhatian pemerintah dengan keselamatan anak di depan sekolah tersebut.
“Kita sudah minta melalui Musrenbang agar ada solusi atas masalah keselamatan anak-anak kami ini. Minimal seperti zebra cross untuk zona selamat sekolah. Dulu pernah ada tapi karena ada pelebaran jalan jadi tak ada lagi sekarang, ” ujar Sarino.
Harapan lain masyarakat Batuaji dan Sagulung untuk proyek pembangunan fisik yakni peningkatan infrastruktur fasilitas umum di pemukiman, normalisasi drainase hingga pemukiman dan juga perbaikan jalan pemukiman yang rusak.
“Banjir dan jalan rusak masih banyak yang mau dibenahi. Semoga semua terakomodir di rencana pembangunan tahun 2025 mendatang, ” ujar Zainudin, warga Tanjunguncang. (*)
Reporter: Eusebius Sara



