
batampos – Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak berenang di kawasan Dermaga Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, menyusul insiden seorang bocah berusia 13 tahun yang nyaris tenggelam di lokasi tersebut, Minggu (25/1) siang.
Kapolsek Sekupang Kompol Hippal Tua Sirait membenarkan peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa Dermaga Tanjung Riau merupakan laut bebas yang digunakan untuk aktivitas bongkar muat kapal, sehingga tidak diperuntukkan bagi kegiatan berenang maupun wisata.
“Benar, kejadiannya sekitar pukul 14.00 WIB. Korban merupakan anak di bawah umur, sekitar 13 tahun. Lokasi tersebut bukan tempat berenang karena itu lautan bebas dan area bongkar muat kapal, sehingga sangat berbahaya,” ujar Kompol Hippal, Senin (26/1).
Baca Juga: Kebakaran Kapal di Galangan PT ASL Batam, Pengawas Selidiki Penyebabnya
Menurutnya, korban sempat tenggelam sebelum akhirnya ditolong oleh warga yang berada di sekitar lokasi. Personel Polsek Sekupang yang menerima laporan segera turun ke tempat kejadian untuk membantu proses penyelamatan.
“Korban berhasil ditolong oleh warga. Anggota Polsek Sekupang kemudian memberikan pertolongan awal sebelum korban dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis,” jelasnya.
Kompol Hippal menyebutkan, kondisi korban dinyatakan selamat setelah menjalani perawatan. Air yang sempat masuk ke tubuh korban berhasil dikeluarkan saat dilakukan pertolongan pertama di lokasi kejadian.
Sebagai langkah pencegahan, pihak kepolisian akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memasang spanduk atau papan imbauan larangan berenang di kawasan Dermaga Tanjung Riau.
Baca Juga: Kinerja Kepelabuhanan Moncer, BP Batam Raup Rp468,4 Miliar
Sebagai langkah pencegahan, pihak kepolisian akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memasang spanduk atau papan imbauan larangan berenang di kawasan Dermaga Tanjung Riau.
“Ke depan, kami akan memasang spanduk imbauan larangan berenang di lokasi tersebut. Kami juga mengimbau para orang tua, serta RT dan RW, agar mengingatkan anak-anak untuk tidak berenang di area itu karena sangat berbahaya,” tegasnya.
Ia berharap kejadian serupa tidak terulang dan masyarakat lebih waspada terhadap aktivitas anak-anak di kawasan perairan yang memiliki risiko tingg
“Ke depan, kami akan memasang spanduk imbauan larangan berenang di lokasi tersebut. Kami juga mengimbau para orang tua, serta RT dan RW, agar mengingatkan anak-anak untuk tidak berenang di area itu karena sangat berbahaya,” tegasnya.
Ia berharap kejadian serupa tidak terulang dan masyarakat lebih waspada terhadap aktivitas anak-anak di kawasan perairan yang memiliki risiko tinggi. (*)



