Rabu, 28 Januari 2026

Omicron Meningkat, Sekolah Kembali Daring

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Rawnag,8, saat mengikut belajar tatap muka di SDN 005 Lubukbaja, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau beberapa waktu lalu. Karena covid omicron meningkat, pemerintah kembali memberlakukan sekolah daring di Batam. Foto: Yulitavia/Batam Pos

batampos- Kasus Covid-19 secara di Batam mengalami peningkatan. Bahkan ada temuan kasus di sekolah, beberapa siswa dan guru terpapara Covid-19. Sehingga hal ini membuat Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, kembali memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring. Pelaksanaan PJJ ini dimulai dari 31 Januari hingga 7 Februari.

BACA JUGA: PTM 100 Persen, Sekolah Harus Disipilin Terapkan Protkes

“Sudah ada dua sekolah di Batam, ditemukan kasus Covid-19. Maka sesuai dengan SKB 4 Menteri dan edaran Gubernur Kepri, kami kembali melaksanakan PJJ ini, tapi hanya di daerah mainland saja. Sedangkan di hinterland masih tetap melaksanakan pembejalaran secara tatap muka, dengan protkes ketat,” kata Plt Kadisdik Kepri, Darson, Selasa (1/2).

Darson mengatakan sudah mengeluarkan surat edaran bernomor B/421/102.1/DISDIK/2022, tentang perubahan penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi. Ada 5 poin penting yang disampaikan di dalam surat edaran itu, pertama proses belajar mengajar secara daring di wilayah Mainland Kota Batam, tatap muka di hinterland Kot Batam, penyelenggaran pembelajaran dengan menerapkan protkes, wajib melaporkan jika ada temuan kasus.

“Aturan ini akan kembali ditinjau ulang, di 7 Januari. Apabila memang ada temuan sekolah anak atau gurunya belum sembuh, atau juga ada temuan kasus baru. Maka proses belajar mengajarnya tetap secara daring, namun sekolah yang tidak ada temuan kasus bisa melakukan pembelajaran secara tatap muka kembali,” ujarnya.

Ia mengatakan selama pelaksanaan PJJ, siswa dan murid dilarang untuk keluar daerah. Hal ini demi menghindari siswa dan guru, dari penularan Covid-19.

“Di rumah saja dahulu, PJJ jangan kemana-mana. Karena jika ada temuan lagi, kami tambah satu minggu lagi PJJnya,” ungkapnya.

Kepala Sekolah SMAN 26 Batam, Midianto mengatakan sudah menerima surat edaran dari Disdik Kepri. Ia mengatakan juga sudah menyurati para orangtua dan siswa, untuk meminta pelaksaaan pembelajaran dilaksanakan secara daring dalam seminggu ke depan.

“Kami harapa hanya seminggu saja. Setelah itu, sekolah tatap muka bisa dilaksanakan kembali,” ujarnya. (*)

Reproter : FISKA JUANDA

Update