Sabtu, 14 Maret 2026

Operasi Patuh Seligi Dimulai, Upaya Meminimalisir Kecelakaan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Razia kendaraan di Batam. F-Cecep-Mulyana

batampos – Operasi patuh seligi kembali digelar mulai dari 13 hingga 26 Juni. Dalam operasi ini ada 7 pelanggaran prioritas yang akan ditindak petugas kepolisian yakni menindak pengemudi berkendara sembari menggunakan HP, pengendara masih di bawah umur, pengendara motor berbonceng lebih dari satu orang, tidak menggunakan helm sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI), berkendara dalam pengaruh alkohol, melawan arus, tidak menggunakan safety belt dan berkemudi ugal-ugalan.

Pelanggaran-pelanggaran tersebut selalu membuahkan kecelakaan di jalan raya. Polda Kepri mencatat dari Januari 2022 hingga Mei 2022 terjadi 4.409 kecelakan lalu lintas. Kecelakaan ini menyebabkan 55 orang meninggal dunia, 83 orang luka berat dan 418 luka ringan.

“Operasi ini akan bersifat edukasi dan persuasif serta humanis,” kata Kapolda Kepri Irjen Aris Budiman, Senin (13/6).

Penegakan hukum saat operasi akan dilakukan secara teguran dan elektronik. Operasi ini, kata Aris, dapat mengatasi permasalahan di bidang lalu lintas, seperti kecelakaan lalu lintas.

Ia mengatakan tantangan bidang lalu lintas tidaklah kecil. Sebab pertambahan kendaraan bermotor dibarengi dengan peningkatan jumlah penduduk. Permasalahan lalu lintas akan menjadi semakin kompleks.

“Semoga operasi ini menjawab semua permasalahan lantas (lalu lintas),” ujar Aris.

Aris sangat mengharapkan kegiatan ini mewujudkan keamanan ketertiban berlalu lintas. Sehingga dapat meningkatkan fatalitas akibat kecelakaan lalu lintas. “Budaya tertib berlalu lintas sangat perlu dibangun dan terus ditingkatkan,” ungkapnya.

Selain itu, Aris berharap dalam pelaksanaan operasi, personel lalu lintas mengutamakan faktor keamanan dan keselamatan. Lalu, selalu mengedepankan pendekatan humanis serta lakukan edukasi kepada masyarakat.

Aris juga meminta petugas untuk tidak melakukan pungli. Petugas lalu lintas harus memberikan edukasi yang baik, dan menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas yang aman.

Dirlantas Polda Kepri, AKBP Tri Yulianto, menjelaskan adapun personel yang diturunkan Polda Kepri dan jajaran dalam operasi ini sebanyak 426 personel. “Kami berharap kepada masyarakat pengguna jalan bukan takut karena petugas, tapi takutlah dengan aturan–aturan lalu lintas. Sehingga ketika masyarakat paham akan aturan–aturan lalu lintas, mudah-mudahan kecelakaan bisa dihindari,” ujar Tri. (*)

 

 

Reporter : FISKA JUANDA

SALAM RAMADAN