
batampos – Kapolresta Barelang, Kombes Pol Nugroho Tri Nuryanto meminta kepada personelnya untuk mengedepankan sikap humanis dalam Operasi Patuh Seligi pada 13-26 Juni mendatang.
“Kegiatan ini bersifat terbuka dalam bentuk operasi Harkamtibmas yang dilaksanakan dengan mengedepankan fungsi lalu lintas. Dengan didukung fungsi operasional Kepolisian lainnya yang dilaksanakan secara profesional, bermoral dan humanis,” ujar Nugroho, usai memimpin apel Operasi Paruh Seligi di Mapolresta Barelang, Senin (13/6) pagi.
Nugroho menjelaskan, kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan ketertiban, kepatuhan dan disiplin masyarakat. Kemudian mencegah kemacetan, mengantisipasi kecelakaan, serta mencegah penyebaran Covid–19 di Batam.
“Saya berpesan kepada seluruh personel Polresta Barelang agar patuh hukum dalam operasi patuh ini terutama personil Satlantas,” katanya.
Selain itu, Nugroho berpesan kepada personelnya dalam penindakan untuk memberikan contoh yang terbaik kepada masyarakat. Dalam hal ini hal yakni dengan melengkapi surat berkendara seperti SIM dan kelengkapan surat kendaraan.
“Diharapkan masyarakat untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas dan lengkapi perlengkapan serta surat kendaraan,” tutupnya.
Jalanan masih menjadi ancaman serius bagi warga yang tidak disiplin berkendara. Di Kepri contohnya, di sepanjang Januari – Mei 2022, terjadi 4.409 kecelakaan lalulintas (lakalantas) yang mengakibatkan 55 warga tewas, 83 luka berat, dan 418 luka ringan.
Kecelakan itu umumnya terjadi karena pengemudi berkendara sembari menggunakan ponsel; pengendara masih di bawah umur; pengendara motor berbonceng lebih dari satu orang; tidak menggunakan helm sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI), berkendara dalam pengaruh alkohol; melawan arus; tidak menggunakan safety belt; dan berkemudi ugal-ugalan.
“Guna menekan angka kecelakaan itu, kami dari Polda Kepri kembali menggelar Operasi Patuh Seligi, mulai 13 hingga 26 Juni ini, dengan sasaran prioritas tujuh jenis pelanggaran tersebut,” ujar Kapolda Kepri Irjen Aris Budiman, Senin (13/6).
Namun masyarakat, khususnya pengendara tidak perlu khawatir, Kapolda menjamin, operasi ini tidak semata penindakan, tapi sekaligus bersifat edukasi dan persuasif serta humanis.
Penegakan hukum pada pelanggar lalulintas saat operasi akan dilakukan secara teguran dan elektronik.
“Sekali lagi, operasi ini, untuk mengatasi permasalahan di bidang lalu lintas, seperti kecelakaan lalu lintas,” ujar Aris, lagi. (*)
Reporter: Yopi Yuhendri /Juanda



