Rabu, 14 Januari 2026

Operasi Zebra 2025 Klaim Sukses, Penindakan Berkurang, Kesadaran Naik, Kecelakaan Menurun

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Polda Kepri resmi memulai Operasi Zebra Seligi 2025 dengan menggelar apel pasukan di Lapangan Bhayangkara, Senin (17/11).

batampos – Direktorat Lalu Lintas Polda Kepulauan Riau mengklaim keberhasilan Operasi Zebra 2025 . Dimana mencatat penurunan angka kecelakaan lalu lintas dibandingkan tahun sebelumnya selama Operasi Zebra.

Direktur Lalu Lintas Polda Kepri, Kombes Pol Andika Bayu, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari meningkatnya kegiatan preventif dan pre-emptif yang lebih dikedepankan dibandingkan penindakan.

“Bukan penindakan yang meningkat, tetapi seluruh kegiatan Operasi Zebra, seperti kegiatan kemas lalu lintas, preventif, dan pre-emptif, semuanya meningkat dibandingkan tahun lalu,” ujar Andika Bayu, kemarin.

Baca Juga: Operasi Zebra Seligi 2025: Satlantas Barelang Perketat Pengawasan di Pelabuhan dan Jalan Raya

Ia menjelaskan, pendekatan humanis melalui edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat menjadi fokus utama selama operasi berlangsung, sehingga berdampak langsung pada menurunnya angka kecelakaan.

Berdasarkan data Ditlantas Polda Kepri, pada Operasi Zebra 2024 tercatat 38 kejadian kecelakaan lalu lintas selama 14 hari pelaksanaan. Sementara pada Operasi Zebra 2025, jumlah tersebut turun drastis menjadi 10 kejadian.

“Artinya, terjadi penurunan sekitar 28 kejadian kecelakaan dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Andika Bayu.

Penurunan juga terjadi pada jumlah korban. Pada 2024, korban luka ringan tercatat sebanyak 40 orang, sedangkan pada 2025 turun menjadi 8 orang.

Sementara itu, korban luka berat pada 2024 tercatat 15 orang, dan pada 2025 menurun menjadi 3 orang.

Untuk korban meninggal dunia, Ditlantas Polda Kepri mencatat 4 orang meninggal pada Operasi Zebra 2024. Jumlah tersebut kembali menurun menjadi 1 orang pada Operasi Zebra 2025.

“Secara umum, Operasi Zebra 2025 dapat dikatakan jauh lebih baik dibandingkan 2024, karena penurunan terjadi pada jumlah kecelakaan maupun jumlah korban, baik luka ringan, luka berat, maupun meninggal dunia,” tegasnya.

Terkait penindakan pelanggaran lalu lintas, Andika Bayu menegaskan pihaknya lebih mengedepankan teguran dan sosialisasi dibandingkan penilangan manual.

“Kami lebih banyak melakukan teguran. Penindakan tetap ada, tetapi pendekatannya edukatif,” ujarnya.

Meski demikian, penindakan melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) tetap dilakukan. Pada 2024, Ditlantas Polda Kepri tidak melakukan penindakan melalui ETLE, sedangkan pada 2025 tercatat sebanyak 215 pelanggaran ditindak melalui sistem tersebut.

“Semoga kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas dan menciptakan budaya tertib lalu lintas yang berkelanjutan,” ucapnya. (*)

Update