Sabtu, 10 Januari 2026

Orang Tua Harap-Harap Cemas Jelang SPMB, Kuota SMA dan SMK Negeri Diperketat

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Proses PPDB 2024 di SMKN 1 Batam. Tahun ini kuota di SMA dan SMK diperketat.

batampos – Jelang pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMA/SMK/SLB di Kota Batam yang dimulai pada 11 Juni 2025, banyak orang tua mulai diliputi rasa was was. Persiapan sudah dilakukan jauh hari, namun kekhawatiran tetap ada terutama karena informasi mengenai berkurangnya kuota daya tampung di sekolah negeri yang menjadi incaran utama.

“Semua persiapan anak saya sudah beres, tinggal menunggu pendaftaran dibuka. Tapi kami agak cemas karena katanya tahun ini kuotanya diperketat,” ujar Herman, warga Batuaji, yang berencana mendaftarkan anaknya ke SMKN 1 Batam. Ia berharap proses SPMB tahun ini berjalan transparan, jujur, dan sesuai aturan, tanpa permainan di balik layar.

Senada disampaikan Lisnawati, orang tua dari Sagulung yang ingin anaknya diterima di SMAN 5 Batam. Dengan penuh harap, ia menyebut bahwa nilai anaknya cukup baik dan lokasi sekolah yang dekat dari rumah menjadi alasan utama pemilihan sekolah tersebut.

“Yang penting adil dan transparan, karena harapan kami besar sekali bisa masuk sekolah negeri,” katanya kepada Batampos.

Baca Juga: SPMB Jalur Afirmasi untuk SD Berakhir Besok, Jumlah Pendaftar Sementara Capai 2.215 Orang

Kekhawatiran para orang tua ini tidak lepas dari kebijakan baru berdasarkan Permendikbudristek Nomor 47 Tahun 2023, yang mengatur batas maksimal daya tampung di sekolah negeri. Jumlah maksimal peserta didik per rombongan belajar (rombel) ditetapkan hanya 36 siswa, yang otomatis memperkecil kuota penerimaan siswa baru tahun ini.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Cabang Batam, Kasdianto, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengusulkan penambahan kuota daya tampung ke pemerintah pusat. “Kita paham keterbatasan ini bisa menimbulkan polemik, jadi kita minta pusat pertimbangkan kondisi Batam. Misalnya SMAN 8 kami usulkan 48 siswa per rombel,” jelasnya.

Jumlah lulusan SMP di Batam tahun ini jauh melampaui daya tampung SMA dan SMK negeri yang tersedia. Ini berpotensi menimbulkan ketimpangan dalam distribusi siswa, dan mendorong sebagian besar ke sekolah swasta, yang belum tentu terjangkau secara ekonomi oleh semua kalangan.

Untuk jenjang SMA negeri, Batam hanya menyediakan 9.636 kursi dari total 29 sekolah. SMAN 1, 3, 4, 5, dan 25 menjadi sekolah dengan daya tampung tertinggi, masing-masing 528 siswa. Sementara beberapa sekolah lainnya, seperti SMAN 6 dan 7, hanya mampu menampung satu rombel atau 36 siswa saja.

Jenjang SMK negeri menyediakan total 7.810 kursi dari 11 sekolah. SMKN 5 menjadi yang terbesar, mampu menampung hingga 1.440 siswa. Sedangkan untuk Sekolah Luar Biasa (SLB), hanya tersedia 126 kursi untuk jenjang SDLB, SMPLB, dan SMALB, yang proses seleksinya dilakukan secara luring.

Baca Juga: 14 Jamaah Embarkasi Batam Wafat di Tanah Suci, Mayoritas karena Gangguan Jantung

Pelaksanaan SPMB dimulai dengan pendaftaran 11–14 Juni, verifikasi dokumen 16–25 Juni, pengumuman hasil pada 28 Juni, dan daftar ulang 30 Juni–2 Juli. Pengenalan lingkungan sekolah (PLS) akan berlangsung 21–25 Juli 2025. Dinas Pendidikan mengimbau seluruh orang tua dan siswa untuk aktif memantau pengumuman resmi agar tidak tertinggal tahapan.

Di tengah keterbatasan kuota, orang tua berharap besar agar SPMB tahun ini dilaksanakan secara adil dan objektif. Dengan lebih dari 17.500 kursi yang tersedia di jenjang SMA, SMK, dan SLB negeri, Kota Batam menunjukkan komitmennya menyediakan pendidikan menengah yang merata dan inklusif. Namun, tantangan distribusi dan kebijakan pusat masih menyisakan kecemasan di kalangan masyarakat. (*)

Update