Senin, 16 Maret 2026

Orangtua Kesulitan Lengkapi Berkas Pendaftaran PPDB SD

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Pendaftaran PPDB melalui jalur online. F.Cecep Mulyana

batampos – Masyarakat di Batuaji dan Sagulung antusias mendaftarkan anak-anak mereka ke Sekolah Dasar (SD) negeri. Pendaftaran PPDB melalui jalur online jadi fokus perhatian warga sepanjang hari pertama PPDB dibuka, Senin (6/6) kemarin.

Pendaftaran ini didominasi para ibu-ibu. Mereka rela mengabaikan rutinitas memasak di pagi hari demi anaknya masuk ke sekolah negeri. Ada yang membentuk kelompok di lingkungan perumahan, ada juga yang datang ke sekolah yang dituju agar memudahkan mereka mengisi berkas pendaftaran di website PPDB.

Susanti, warga Perumahan PJB Sagulung misalkan, mendatangi SDN 01 Sagulung untuk memperlancar proses pendaftaran anaknya. Meskipun baru sebatas mengisi data dan file berkas pendaftaran ibu-ibu tampak sangat bersemangat. Mereka sangat menginginkan anak mereka sekolah di sekolah negeri.

“Iya (masuk sekolah negeri). Selain dekat dengan rumah, saya pribadi agak kewalahan untuk masuk ke sekolah swasta. Tahulah situasi ekonomi saat ini. Suami sudah kerja serabutan karena di PHK saat Corona mewabah setahun yang lalu,” katanya.

Senada disampaikan oleh Indri, warga Tanjunguncang yang mendaftar anaknya di SDN 08 Sagulung. Dia tak punya pilihan lain sebab penghasilan keluarga yang pas-pasan tentunya sangat memberatkan jika masuk ke sekolah swasta. “Tak sanggup ke swasta. Tahulah bagaimana biaya dan SPP di sekolah swasta. Situasi ekonomi kurang mendukung. Biar di sekolah negeri saja anak saya,” ujarnya.

Pantauan di lapangan, proses pengisian berkas pendaftaran ke website PPDB online tidak semuanya berjalan dengan mulus. Sebagian warga bahkan tak bisa mendaftar karena berbagai persoalan. Selain kurang paham dengan instruksi yang ada di laman PPDB, sebagian warga juga kekurangan berkas pendaftaran.

Akta lahir anak yang belum ada misalkan tentu tak bisa melengkapi berkas PPDB yang ada. Begitu juga dengan KTP elektronik orangtua ataupun kartu keluarga yang tidak sesuai juga tak bisa mengisi berkas ke form PPDB.

Untuk yang bermasalah dengan berkas ini umumnya belum bisa mendaftar. Mereka hanya bisa mengisi persoalan mereka ke form pengaduan. Mereka berharap ada kebijakan lagi agar kendala ini tidak menjadi hambatan bagi anak mereka untuk masuk sekolah.

“Di form pengaduan itu tertulis tim akan turun verifikasi untuk mengecek persoalan setiap anak yang belum bisa daftar. Semoga saja ada solusi karena anak-anak ini harus tetap sekolah,” ujar Destiani, warga Marina yang kesulitan melengkapi berkas PPDB karena kekurangan akta kelahiran anak. (*)

 

Reporter : Eusebius Sara

SALAM RAMADAN