Sabtu, 4 April 2026

PAD Batam Naik 32 Persen, Ekonomi Tetap Tumbuh di Tengah Tekanan Global

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.

batampos – Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Pemerintah Kota Batam di bawah kepemimpinan Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra mencatatkan kinerja fiskal yang cukup mencolok sepanjang 2025.

‎Pendapatan Asli Daerah (PAD) melonjak signifikan, menjadi indikator kuat terjaganya daya saing ekonomi daerah.

‎Sejak memimpin pada Februari 2025, duet kepemimpinan ini dinilai mampu menjaga ritme pertumbuhan sekaligus mendorong akselerasi pembangunan melalui berbagai kebijakan strategis.

‎Hasilnya, PAD Batam tercatat mencapai Rp2,36 triliun, meningkat dari Rp1,78 triliun pada tahun sebelumnya atau naik sekitar 32 persen.

Baca Juga: Pengawasan BBM Subsidi untuk Nelayan Batam Diperketat, Agar Tepat Sasaran

Lonjakan tersebut turut mendorong total pendapatan daerah Batam pada 2025 menjadi Rp4,29 triliun, dibandingkan Rp3,7 triliun pada 2024.

‎Kenaikan ini menunjukkan adanya penguatan dari sisi penerimaan daerah, terutama yang bersumber dari potensi ekonomi lokal seperti pajak daerah, retribusi, pengelolaan aset, hingga pendapatan sah lainnya.

‎Capaian ini menjadi sinyal bahwa Batam tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu tumbuh di tengah tekanan global. PAD sebagai tulang punggung keuangan daerah memperlihatkan kapasitas pemerintah dalam membiayai pembangunan secara mandiri tanpa ketergantungan berlebih pada pusat.

‎“Pencapaian ini tidak terlepas dari sinergi seluruh komponen daerah dalam mempercepat daya saing Batam sebagai kota madani yang inovatif,” ujar Amsakar Achmad.

‎Tak hanya dari sisi fiskal, pertumbuhan ekonomi Batam juga menunjukkan tren positif. Pada 2025, ekonomi Batam tumbuh 6,76 persen (year-on-year), meningkat tipis dari 6,69 persen pada tahun sebelumnya.

‎Meski tidak melonjak tajam, angka ini memperlihatkan stabilitas yang konsisten, sekaligus menjaga posisi Batam sebagai motor ekonomi di Provinsi Kepulauan Riau dalam beberapa tahun terakhir.

‎Stabilitas ini juga tidak lepas dari meningkatnya kepercayaan pelaku usaha terhadap arah kebijakan pemerintah daerah. Kolaborasi antara Pemerintah Kota dan BP Batam dinilai mampu menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif, sekaligus memberikan stimulus terhadap pergerakan ekonomi lokal.

Baca Juga: BP Batam Kumpulkan Pengusaha, Perizinan dan Tekanan Global Dibedah Terbuka

‎Amsakar menegaskan, tantangan ke depan tidak akan semakin ringan. Dinamika global yang terus berubah serta tuntutan masyarakat yang semakin tinggi menuntut inovasi kebijakan yang adaptif dan responsif.

‎“Saya dan Bu Li Claudia optimistis Batam akan terus tumbuh menjadi kota madani yang inovatif. Masukan dan kritik konstruktif sangat penting bagi kami untuk mempercepat akselerasi pembangunan,” ujarnya.

‎Dengan tren peningkatan PAD dan pertumbuhan ekonomi yang tetap terjaga, Batam kini berada pada jalur yang relatif stabil.

‎Namun, keberlanjutan capaian ini akan sangat ditentukan oleh konsistensi kebijakan, efektivitas pengelolaan anggaran, serta kemampuan menjaga kepercayaan dunia usaha di tengah tekanan global yang belum sepenuhnya mereda.(*)

ReporterM. Sya'ban

UPDATE