batampos – Hari kedua Bazar pasar murah yang digelar Pemko Batam di kawasan Kavling Sambau Nongsa dikeluhkan sejumlah emak-emak Selasa (29/3/2022). Hal itu terjadi lantaran bazar tersebut berlangsung diakhir bulan, saat belum masuk tanggal gajian.

foto: Yashinta / Batam Pos
Mira, salah satu ibu rumah tangga mengaku cukup tergiur dengan harga sayur mayur di bazar tersebut. Sebab, untuk harga cabai misalnya, cukup jauh berbeda dengan harga di warung-warung.
Misalnya untuk cabai rawit hijau Rp 35 ribu per kilogram (kg) , sedangkan di pasar Botania Rp 5000 per kg, begitu dengan cabai merah keriting di bazar Rp 42 ribu, di pasar Botania Rp 60 ribu. Bawang merah dan bawang putih Rp 20 ribu per kg. Kentang Rp 12 ribu, tomat Rp 11 ribu.
“Di sini (bazar) lumayan murah, bisa beli per ons juga, dan harganya tetap sama. Jadi memang tergiur, dibanding belanja pasar dekat sini atau warung,” imbuhnya dan dibenarkan emak-emak lainnya yang tengah berbelanja.
Hanya saja, lanjut Mira. Tanggal dilaksanakan pasar murah tersebut kurang tepat. Sebab dilaksanakan pada akhir bulan, pada saat banyak yang masih belum gajian.
“Pengen beli banyak, tapi duit tak ada. Nanggung kali dilaksanakan akhir bulan, pada belum gajian.. Kalau sudah gajian pasti beli banyak,” imbuh wanita berusia 45 tahun ini.
Pantauan Batam Pos, selain sayur mayur, bazar tersebut juga menyediakan berbagai bahan pokok, seperti gula, beras, tepung, minyak goreng, gula, telur dan lainnya. Ada juga ika segar, daging beku dan ayam beku.
Namun yang paling diminati kaum ibu-ibu adalah sayur mayur, seperti cabai, bawang, tomat dan kentang. Begitu juga telur yang perpapan Rp 40 ribu.
“Kalau bahan pokok lainnya, beras , gula dan minyak hampir sama dengan di swalayan, jadi kurang tertarik,” imbuh Sari warga lainnya. (*)
Reporter : Yashinta



