
batampos – Anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga sekitar 8 persen yang berujung pada penghentian sementara perdagangan saham (trading halt) oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) memicu kekhawatiran publik. Tekanan pasar ini terjadi di tengah melonjaknya harga emas yang menembus Rp3 juta per gram serta melemahnya nilai tukar rupiah.
Namun, pelaku dan pengamat ekonomi di Batam menilai gejolak pasar saham nasional tersebut belum berdampak langsung dan sistemik terhadap perekonomian daerah.
Pakar ekonomi sekaligus Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Batam, Suyono Saputra, menegaskan bahwa koreksi tajam IHSG dalam beberapa hari terakhir masih bersifat sementara dan lebih dipicu oleh faktor eksternal.
BACA SELENGKAPNYA DI harian.batampos.co.id



