Kamis, 15 Januari 2026

Paket Sembako Rp100 Ribu jadi Rebutan, Warga Antre Sejak Pagi

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Warga Sekupang antre menunggu pembagian paket sembako bersubsidi di halaman Masjid Jami Nurul Huda, Rabu (10/12). Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Pasar murah yang digelar di halaman Masjid Jami Nurul Huda, Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, diserbu ratusan warga sejak pagi, Rabu (10/12). Warga berbondong-bondong datang untuk mendapatkan paket sembako bersubsidi yang dijual jauh di bawah harga pasaran.

Dengan hanya Rp100 ribu, masyarakat bisa membawa pulang 10 kilogram beras, dua liter minyak goreng, dan satu kilogram gula, paket yang di pasaran bisa mencapai Rp210 ribu. Tidak heran pasar murah ini langsung menjadi incaran warga di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok.

“Sangat terbantu sekali, apalagi sekarang sembako pada naik. Beras juga naik. Dengan harga segini kami bisa hemat banyak,” ujar Anita salah seorang warga Tanjung Riau.

Pantauan di lokasi menunjukkan antrean panjang sejak sebelum pembagian dimulai. Mayoritas warga yang datang adalah ibu-ibu yang membawa kertas berbarcode, KTP, dan KK sebagai syarat pengambilan sembako. Petugas mendata satu per satu warga sebelum paket diserahkan.

“Saya datang jam 08.30 WIB, tapi sudah ramai yang antre. Tak apa, yang penting bisa bawa pulang,” kata Ika warga lain yang ikut antre sejak pagi.

Petugas tampak sigap mengatur alur antrean agar warga tetap tertib. Mobil pengangkut sembako pun beberapa kali harus diisi ulang karena banyaknya masyarakat yang datang.

Warga berharap program pasar murah seperti ini bisa rutin digelar, mengingat kebutuhan harian terus meningkat sementara pendapatan banyak warga masih terbatas.

“Kalau bisa tiap bulan ada seperti ini. Kami masyarakat kecil sangat terbantu,” ucap Indah seorang warga lainnya yang mengaku bersyukur bisa membeli paket sembako tersebut.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam, Gustian Riau, mengatakan Pemerintah Kota Batam mulai mendistribusikan 52.500 paket sembako bersubsidi menjelang Natal dan Tahun Baru. Penyaluran berlangsung di 47 titik pada 12–17 Desember, termasuk di pulau-pulau penyangga.

Pasar murah ini digelar untuk meredam kenaikan harga pangan sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

“Ini arahan Wali Kota dan Wakil Wali Kota agar inflasi daerah tetap terkendali,” ujarnya.

Pada hari pertama, pemerintah menyiapkan 6.500 paket untuk Kecamatan Batam Kota dan Sekupang, khusus bagi warga yang sudah terdata. Paket sembako digulirkan bekerja sama dengan Perum Bulog Cabang Batam, yang memastikan seluruh stok tersedia.

Tahun ini Disperindag menggunakan sistem pendataan digital melalui aplikasi Sitebus Murah agar distribusi lebih transparan dan terverifikasi. Warga cukup membawa KTP dan KK, sementara data penerima sudah diinput oleh kelurahan serta RT/RW.

“Antrean cukup padat. Tapi sistem ini membuat penyaluran lebih tepat sasaran,” kata Gustian yang memantau langsung pelaksanaan pasar murah di Belian, Baloi, dan Sei Panas.

Usai penyaluran paket bersubsidi ini, Pemko Batam juga akan menggelar operasi pasar pada 22–23 Desember dengan menggandeng distributor dan pelaku usaha bahan pokok. Program lanjutan tersebut ditujukan untuk menambah suplai barang kebutuhan rumah tangga menjelang libur akhir tahun. (*)

Update