Sabtu, 3 Januari 2026

Pasar Murah Bersubsidi Batam 2025 di Nongsa Tanpa Antre, Pakai Aplikasi Digital

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Warga mendapatkan sembako dengan harga terjangkau dalam Pasar Murah Bersubsidi Batam di Kecamatan Nongsa, Minggu (14/12). F. Cecep Mulyana/Batam Pos.

batampos – Program Pasar Murah Bersubsidi Pemerintah Kota Batam 2025 disambut antusias warga Kecamatan Nongsa, Minggu (14/12). Selain harga sembako yang terjangkau, proses pengambilan paket berlangsung cepat dan tertib tanpa antrean berkat penerapan sistem digital melalui aplikasi Sitebus Murah.

Sejak pagi, penyaluran sembako berjalan lancar. Warga datang sesuai jadwal yang telah ditentukan per jam, mulai pukul 08.00 hingga 14.00 WIB. Sistem ini dinilai efektif karena penerima manfaat sudah terdata sejak awal oleh kelurahan serta RT dan RW setempat.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau, mengatakan sistem berbasis digital ini dirancang untuk memastikan distribusi tepat sasaran, transparan, dan terverifikasi.

“Tahun ini kami menggunakan pendataan digital melalui aplikasi Sitebus Murah. Data penerima sudah diinput oleh kelurahan serta RT dan RW. Warga cukup membawa KTP dan KK, lalu datang sesuai jadwal,” kata Gustian di lokasi kegiatan.

Setibanya di lokasi, warga hanya perlu menunjukkan barcode yang telah diterima sebelumnya. Petugas kemudian memindai barcode, mengambil foto KTP, serta melakukan verifikasi wajah penerima. Proses tersebut berlangsung singkat tanpa kupon manual seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Begitu barcode dipindai dan wajah difoto, data langsung terkunci. Satu orang hanya bisa menerima satu paket dan tidak bisa diwakilkan,” jelasnya.

Gustian menegaskan, penerima manfaat yang tidak datang sesuai jadwal tidak dapat diwakilkan, kecuali dalam kondisi tertentu seperti sakit. Berdasarkan data, tingkat pengambilan paket di Nongsa mencapai hampir 99 persen.

“Karena jadwal sudah diatur, masyarakat datang bergantian. Tidak ada antrean panjang. Antrean itu bukan prestasi, justru membuat orang menunggu lama,” ujarnya.

Di Kecamatan Nongsa, pasar murah bersubsidi digelar di tiga titik, yakni Kantor Lurah Sambau sebanyak 1.250 paket, Pasar Summerland Batu Besar 1.250 paket, serta Fasum RW 012 Kavling Senjulung, Kelurahan Kabil, sebanyak 1.500 paket.

Secara keseluruhan, Pemko Batam menggelar pasar murah bersubsidi pada 10–17 Desember 2025 di 47 titik di seluruh kecamatan dengan total 52.500 paket sembako.

Setiap paket berisi 10 kilogram beras, dua liter minyak goreng, dan satu kilogram gula pasir. Nilai paket mencapai Rp200.000, namun warga cukup menebusnya dengan harga Rp100.000.

“Sangat membantu, apalagi harga beras sekarang tinggi. Dengan Rp100 ribu sudah dapat beras 10 kilo, minyak, dan gula,” ujar Risma, salah satu penerima manfaat.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Batam, Wahyu, menambahkan aplikasi Sitebus Murah memudahkan pengendalian kuota, pendaftaran, hingga pemantauan pengambilan paket secara real time.

“Misalnya di Batu Besar, kuota 1.250 paket dan pendaftar juga 1.250 orang. Hingga pukul 09.47 WIB, sudah 492 orang mengambil. Data terus berubah secara real time,” kata Wahyu.

Menurutnya, sistem ini mencegah pengambilan ganda karena data penerima langsung terkunci setelah diverifikasi.

“Begitu diverifikasi dan difoto, penerima tidak bisa mengambil dua kali. Sistem langsung lock,” ujarnya.

Dengan penerapan sistem digital ini, Disperindag Batam menilai penyaluran pasar murah tahun ini berlangsung lebih cepat, tertib, dan adil. Pemerintah berharap pola distribusi berbasis teknologi dapat terus diterapkan pada program bantuan berikutnya. (*)

ReporterYashinta

Update