Minggu, 15 Maret 2026

Pasar Murah Cabai dan Telur Hanya Digelar di Sagulung dan Aviari

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Operasi pasar murah yang digelar Pemko Batam diserbu masyarakat. Namun sebagian masyarakat mengeluh karena pelaksanaannya hanya di dua lokasi. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Pemerintah Kota Batam melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Batam kembali menggelar pasar murah. Sayangnya, pasar murah yang digelar selama tiga hari ini Senin-Rabu (25-27/7) hanya untuk Pasar Sagulung dan Pasar Aviari (Batuaji).

Pasar murah di dua lokasi ini, khusus untuk cabai dan telur. Untuk cabai yang disediakan ada tiga jenis yakni, cabai merah keriting, cabai hijau, dan cabai rawit hijau. Jam operasi pasar murah dimulai pukul 08.00 WIB sampai selesai. Lokasi masih di seputaran pasar.

Kabag Perindustrian dan Perekonomian Kota Batak, Zul Arif membenarkan adanya pasar murah khusus cabai dan telur. Namun pelaksanaan pasar murah hanya di dua lokasi yakni Pasar Sagulung dan Pasar Aviari.

“Gelaran pasar murah di dua lokasi itu berdasarkan rapat bersama tim TIPD. Kami memilih daerah yang harga telur dan cabai tertinggi di Kota Batam. Ini dari survei yang telah dilakukan tim,” ujar Zul Arif kepada Batam Pos, Senin (25/7).

Menurut dia, stok cabai disediakan oleh koperasi yang berada dibawah naungan Bank Indonesia dan Pemko Batam. Sedangkan untuk telur, pihaknya mengandeng distributor Kota Batam.

Untuk cabai merah keriting setiap hari selama pasar murah berlangsung, disiapkan stok 100 kilogram, dan stok telur menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

“Stok cabai merah 100 kg sehari, tapi kalau cabai rawit dan hijau saya lupa datanya. Telur menyesuaikan,” terangnya.

Harga cabai merah Rp 90 ribu per kg, cabai hijau Rp 50 ribu dan rawit Rp 48 ribu. Sedangkan untuk harga telur Rp 46 ribu per papan.

“Untuk harga lebih murah dibandingkan harga pasar daerah tersebut. Kami sudah survei kalau cabai merah disana Rp 98 ribu,” katanya.

Disinggung soal akan digelar di daerah Batam lainnya, Zul Arif belum bisa memastikan. Menurutnya, gelaran pasar murah dilaksanakan berdasarkan kesepakatan tim TIPD.

“Nah untuk lokasi lain kami belum tahu. Karena memang untuk stok cabai sangat terbatas. Kami harus cari harga di bawah pasaran. Makanya gelaran kali ini, kami memilih daerah yang memang harga cabai tertinggi,” ungkapnya.

Sementara Ketua Asosiasi Distributor Bahan Pokok Kota Batam, Aryanto membenarkan pihaknya turut dilibatkan dalam gelaran pasar murah tersebut. Namun kali ini, yang dilibatkan khusus dari distributor telur.

“Anggota asosiasi yang terlibat khusus telur, kalau cabai sepertinya dari Dinas Ketahanan Pangan. Untuk harga yang kami berikan di pasar murah yakni Rp 46 ribu per papan, itu harga distributor,” jelasnya.

Meri, warga Nongsa mengaku kecewa gelaran pasar murah hanya dilaksanakan di dua tempat. Padahal, hampir semua masyarakat menderita dengan harga cabai yang menggila.

“Cabai mahal dimana-mana, bukan di Batuaji dan Sagulung saja. Harusnya pemerintah adil menggelar di setiap tempat,” pungkasnya. (*)

 

Reporter : Yashinta

SALAM RAMADAN